DINAMIKA PSIKOLOGIS PRILAKU CAROK PADA MASYARAKAT MADURA
Melik Budiarti,
2011 | Tesis |Carok sebagai alat menyelesaikan permasalahan dalam bentuk destruktif pada masyarakat Madura. Carok dilakukan untuk menebus perasaan malu karena harga dirinya diusik orang lain, carok tidak bisa dilepaskan dari konteks nilai- nilai sosial budaya pada masyarakat Madura. Dinamika psikologis perilaku carok pada masyarakat Madura merupakan penelitian yang dirancang dengan menggunakan pendekatan kualitatif bertujuan untuk melakukan studi eksplorasi tentang bagaimana individu dari proses mempunyai masalah sampai dengan memutuskan melakukan carok. Penelitian ini melibatkan 9 orang dengan 10 kasus carok sebagai informan penelitian, penelitian dilakukan pada Tahun 2006 di kabupaten Sampang. Penelitian dilakukan didua tempat berbeda yaitu di Rutan Kelas II Sampang dan di luar Rutan, dengan menggunakan metode wawancara mendalam dan observasi. Data dari wawancara digunakan untuk mencermati lebih detail teori-teori psikologi yang berkaitan dengan carok. Hasil penelitian ini menunjukkan sebuah dinamika psikologis proses terjadinya carok bahwa informan merasa dibohongi, sakit hati dan malu karena identisas sosial dan harga dirinya dilecehkan sehingga menimbulkan perasaan marah dan adanya upaya membela diri dari informan sampai dengan terjadinya carok. Setelah carok berakhir informan mengupayakan terjadinya perdamaian dan meminta maaf agar tidak terjadi carok balasan. Carok merupakan bentuk agresifitas pada masyarakat Madura yang berkar pada harga diri. Pengingkaran terhadap harga diri menimbulkan efek malu sehingga diperlukan upaya rehabilitasi dengan cara membunuh. Sebagai tindakan kekerasan yang beresiko besar terhadap kematian, setiap orang yang melakukan carok harus melakukan persiapan yang matang salah satunya mempersiapkan peralatan carok berupa clurit. Carok tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik tetapi juga harus mempunyai kekuatan non- fisik (supranatural). Kekuatan supranatural atau ‘berpagar’ (membentengi diri) dimaksudkan agar pelaku carok merasa lebih tahan terhadap serangan musuh. Lingkungan sosial memberikan andil yang cukup besar terhadap tumbuhnya perilaku carok. Carok sebagai lembaga penyelesai konflik semakin mengakar dalam masyarakat Madura karena pemenang carok sering di “hero-kan”. Paska carok, informan tidak hanya dihadapkan pada proses peradilan untuk menyelesaikan kasus yang dihadapinya tetapi juga menghadapi keluarga korban, yaitu adanya upaya balas dendam.
Kata Kunci :