KO-SENSITISASI XANTOFIL PADA SISTEM SEL SURYA TERSENSITISASI KLOROFILIN; CO-SENSITIZATION OF XANTOPHYLL IN CHLOROPHYLLINSENSITIZED SOLAR CELL
Linda Dwitasari, Indriana Kartini
2014 | Skripsi | PROGRAM STUDI KIMIATelah dilakukan penelitian tentang sel surya menggunakan sensitiser (dyesensitized solar cell, DSSC) berupa zat warna klorofilin (K), xantofil (X), dan campuran keduanya. Pada penelitian ini telah dikaji pola serapan zat warna campuran klorofilin dan xantofil, sensitisasinya pada permukaan TiO2, dan perbandingan kinerja sel surya menggunakan zat warna tunggal klorofilin dan xantofil serta campuran keduanya. Klorofilin dibuat melalui hidrolis basa ekstrak klorofil dari serbuk daun bayam menggunakan KOH 7% dalam metanol. Xantofil diekstrak dari bunga krisan menggunakan campuran pelarut etanol absolut:petroleum eter (60:40). Pencampuran dilakukan dengan 5 variasi zat warna volume klorofilin:xantofil yaitu 1:0, 5:1, 1:1, 1:5, dan 0:1. Kajian sensitisasi zat warna pada permukaan TiO2 dilakukan dengan membandingkan spektra absorpsi larutan zat warna dengan spektra absorpsi zat warna yang teradsorp pada TiO2. Analisis voltametri siklis dengan elektroda ITO/TiO2-zat warna digunakan untuk menentukan potensial oksidasi masing-masing zat warna. Data yang diperoleh digunakan untuk mendapatkan nilai HOMO dan LUMO zat warna. Uji efisiensi sel surya dilakukan dengan mengukur arus dan tegangan sistem sandwich sel dengan fotoanoda berupa kaca FTO/TiO2-zat warna, anoda berupa kaca FTO/platina, dan elektrolit berupa pasangan redoks? /II 3?. Berdasarkan hasil spektra larutannya, puncak serapan zat warna campuran tidak memperlihatkan adanya puncak baru disebabkan puncak-puncak klorofilin dan xantofil yang berdekatan. Sensitisasi pada permukaan TiO2 menunjukkan bahwa baik klorofilin, xantofil, serta campurannya dapat mensensitisasi permukaan TiO2 melalui pembentukan agregat zat warna. DSSC menggunakan sensitiser zat warna campuran K:X=1:5 menghasilkan efisiensi lebih besar yakni 0,0105% dibanding zat warna tunggal klorofilin dan xantofil masig-masing 0,0022% dan 0,0073%. Hal tersebut diperkirakan karena ko-sensitisasi klorofilin dan xantofil mengikuti mekanisme sebagaimana peran klorofil dan xantofil dalam sistem fotosintesis tumbuhan
Kata Kunci : ko-sensitisasi; klorofilin; xantofil; DSSC