Pengaruh Objek Wisata terhadap Aktivitas Ekonomi Lokal di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
WIJAYANTI, MARCELLA CHANDRA (Pembimbing: Denni Puspa Purbasari, Ph.D., M.Sc.), Denni Puspa Purbasari, Ph.D., M.Sc.
Pariwisata telah lama disadari salah satu faktor yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan penurunan kemiskinan di negara-negara berkembang. Dari tahun ketahun pariwisata DI Indonesia menyumbang cukup besar terhadap pendapatan negara. Jasa dan penjualan yang terkait dengan aktivitas pariwisata juga membantu secara signifikan pendapatan daerah-daerah pariwisata di Indonesia, salah satunya Yogyakarta. Penelitian ini mengukur dampak pariwisata terhadap aktivitas ekonomi lokal dan kesahjetaraan masyarakat lokal.Propinsi Yogyakarta dipilih sebagai area penelitian karena jenis-jenis pariwisatanya yang lengkap, sehaligus statusnya yang merupakan daerah tujuan wisata.
Aktivitas ekonomi diukur dengan menggunakan 9 kriteria, yaitu jumlah toko, jumlah minimarket, jumlah warung internet, keberadaan warung internet, keberadaan pasar non permanen, keberadaan KUD , jumlah KUD, jumlah penerima Kredit Usaha Kecil (KUK). Sedangkan kesejahteraan masyarakat diukur dengan rasio penerima Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dan penerima Kartu Sehat
Dengan menggunakan data Podes yang diolah dengan STATA dan GIS untuk pemetaan daerah wisata, peneliti menemukan bahwa objek wisata memberikan dmpak yang signifikan terhadap beberapa aktivitas ekonomi lokal.
The tourism has been identified as a key strategy that can lead to economic upliftment, community development and poverty relief in the developing world. In the last few years, tourism has gave significant contribution to Indonesian GDP. Services and sales related tourism has also become a key of local government income booster in some tourism cities of Indonesia. Based on this fact, this study will examine the impact of tourism on local economic activity and local society welfare in Yogyakarta. Yogyakarta is chosen as a research area because this province are well known for its various tourism object and high economic activity related tourism. The indicator of local economic activity in this paper is limited in 9 area of economic activity within the village. They are amount of stores in, amount of minimarket, amount of internet rental, the existing of internet rental, amount of non permanent traditional market, the existing of Koperasi Uni Desa (KUD), amount of KUD, the existing of Kredit Usaha Kecil (KUK). Local economic welfare is measured by receiver ratio of Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) and Kartu Sehat.
By processing Potensi Desa 2003 data using Stata and GIS for area mapping, we found that tourism has siginifcant impact on some local economic activities.
Kata Kunci : Pariwisata, Yogyakarta, Dampak Ekonomi , Stata, GIS, Tourism, economic impact