Laporkan Masalah

ANALISIS POLA KONSUMSI RUMAH TANGGA Studi Kasus Rumah Tangga Industri Kerajinan Kaleng Di Desa Babakan Kabupaten Lombok

Suwignya, Ida Komang (Adv.Drs. Andreas Budi Purnomo Brojonegoro MA Ec.), Drs. Andreas Budi Purnomo Brojonegoro MA Ec.

2016 | Tesis | S2 Economics

Penelitian ini bertujuan untuk (1) memperlihatkan gambaran pola konsumsi rumah tangga kerajinan kaleng di desa Babakan Kabupaten Lombok Barat tahun 1992. konsumsi rumah tangga dibedakan menjadi konsumsi makanan (CT!) dan konsumsi bukan makanan (CT2). Konsumsi makanan terdiri dari konsumsi untuk padi/ubi (Cl), daging/ikan/susu/telur (C2), sayur/kacang/buah (C3), makanan jadi/rokok (C4), dan makanan lain (C5). Konsumsi bukan makanan terdiri dari bahan bakar/penerangan/perabot rumah tangga (C6), aneka barang dan jasa (C7), pakaian (CS) dan pajak/upacara (C9).



(2) mengetahui pengaruh pendapatan, jumlah anggota keluar­ ga, usia rata-rata anggota keluarga, nilai kekayaan rumah tangga, dan tingkat konsumsi yang lalu terhadap konsumsi rumah tangga, (3) mengetahui apakah barang dan jasa yang dikonsumsi merupakan barang normal, mewah, atau inferior.



Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data crosssection berupa data rumah tangga. Jumlah responden adalah sebanyak 100 kepala keluarga. Keseluruhan estimasi didasarkan pada satu model empirik dalam bentuk model double-logarithma.



Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penda­ patan rumah tangga adalah Rp 70.613, perbulan Rata-rata pengeluaran rumah tangga sebulan adalah Rp 64.544,57, dengan rincian 69,06 /. untuk kopsumsi makanan dan 30,94 7. untuk konsumsi bukan makanan. Model persamaan penduga yang digunakan tidak melanggar asumsi klasik dan cukup baik berdasarkan uji F, yang menunjukkan bahwa semua variabel penjelas yang digunakan berpengaruh nyata terhadap konsum­ si rumah tangga. Pendapatan rumah tangga berpengaruh nyata terhadap semua kelompok konsumsi. Jumlah anggota keluarga berpengaruh nyata terhadap kelompok Cl; C3; C5;, CS; CT!; CT2 dan CT, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kelom­ pok C2; C4; C6; C7 dan C9. Usia rata-rata anggota keluarga berpengaruh nyata terhadap kelompok Cl; C2 dan CS, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kelompok konsumsi yang lain termasuk CT!; CT2 dan CT. Nilai kekayaan rumah tangga tidak berpengaruh nyata terhadap kelompok C4; C7; CT! dan CT, sedang untuk kelompok yang lain nilai kekayaan rumah tangga berpengaruh nyata. Konsumsi yang lalu tidak berpe­ ngaruh nyata terhadap CS; CT2 dan CT, sedangkan terhadap kelompok yang lain berpengaruh secara nyata. Kelompok Cl; C2; C3; C5; CB; CT!; CT2 dan CT merupakan kelompok barang normal dengan nilai elastisitas pendapatan yang positif dan lebih kecil dari satu, sedangkan untuk kelompok C4; C6; C7 dan C9 termasuk dalam kelompok barang mewah, dengan nilai elastisitas yang positif dan lebih besar dari satu.

The purposes of the investigation were (1) To show a description on the consumption patterns of the can industry households in the Babakan Village of the West Lombok Regency in 1992.



In this case, the household consumptions were divided into the food consumption (CT!) and the non­ food consumption (CT2). The food consumption consisted of paddy/cassava consumption (Cl), meat/fish/milk/egg con­ sumption (C2), vegetable/peanut/fruit consumption (C3), finished food/cigarette consumption (C4), and other food consumption (C5). The non-food consumption consisted of household fuel/lighting/furniture consumption (C6), va­rious goods and services consumption (C7), clothes con­ sumption (CB), and tax/ceremonial consumption (C9). (2) To understand the influences of household income, household member number, average age of the household members, value of the household wealth, and past consumption level on the current household consumption. (3) To understand whether goods and services consumed were normal, luxurious, or inferior.



The data used in the investigation were cross-sectio­ nal data on the households. The sample consisted of 100 household-head respondents. The whole estimations were ba­ sed on an empirical model in the form of doublelog model.



The investigation results indicated that the ave­



rage of household income was Rp 70,613. per month. The



average of household expenditure was Rp 64,544.57 per month, consisting of 69.06 7. for food consumption and



30.94 7. for non-food consumption. The predicting equation



model applied did not break the classical assumptions and was sufficiently good and the basis of the F-test, indicate ting that all explanatory variables used exerted signifi­ cant influences on the household consumption.Th household income exerted significant influences on all consumption groups. The households member number exerted significant influences on the consumption groups of Cl, C3, C5, CS, CT!, CT2 and CT, but insignificant influences on the con­ sumption groups of C2, C4, C6, C7 and C9. The average age of the household members exerted significant influences on



the consumption groups of Cl, C2, and ca, but insignifi­



cant influences on other consumption groups,including tho­



se of CT1,CT2 and CT •. The value of household wealth insignia



significantly influenced the consumption groups of C4,C7, CT!



and CT, but significantly did on other consumption groups. The past consumption insignificantly influenced the con­ sumption groups of CS, CT2,and CT, but significantly did



the other consumption groups. Groups of C1,C2, C3, C5, ca,



CT!, CT2, and CT were normal goods groups with positive



value of income elasticity and less than one, while groups



of C4, C6, C7,and C9 belonged into luxurious groups with



positive value of income elasticity and more than one.

Kata Kunci : Konsumsi, Rumah Tangga, Rumah Tangga, Industri Kerajinan, Kaleng, Desa Babakan, Kabupaten Lombok


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.