Pengaruh faktor pasar dan beberapa anomali pasar dalam menjelaskan variasi tingkat keuntungan saham di pasar modal Indonesia
Roichanah, Fitrianita, Dr. Suad Husnan, MBA
Hal mendasar dalam proses keputusan investasi adalah pemahaman hubungan antara return yang diharapkan dan risiko suatu investasi. CAPM (Capital Asset Pricing Model) merupakan model keseimbangan yang menggambarkan hubungan return dan risiko suatu saham yaitu risiko yang berhubungan dengan kondisi pasar. CAPM berpendapat bahwa hanya terdapat satu faktor yang mempengaruhi tingkat keuntungan saham yaitu faktor pasar. Berbagai penelitian untuk menguji validitas CAPM telah banyak dilakukan. Pada berbagai studi empiris menunjukkan variabel fundamental perusahaan dapat dipakai untuk menjelaskan tingkat keuntungan superior, oleh karena itu fenomena tersebut dikatakan sebagai anomaly pasar.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh faktor pasar dan beberapa anomaly pasar dalam menjelaskan variasi tingkat keuntungan saham di pasar modal Indonesia selama periode 2001-2006. Dengan menggunakan model teori CAPM dan model empiris Four Factor Model Carhart, hasil penelitian kami menunjukkan bahwa variabel excess market return (faktor pasar) mampu menjelaskan variasi tingkat keuntungan saham pada kedua model. Sedangkan dari ketiga variabel anomaly pasar (size, book to market dan momentum), hanya variabel book to market yang dapat menjelaskan variasi tingkat keuntungan saham di pasar modal Indonesia. Anomaly pasar juga tidak konsisten muncul selama periode penelitian.
The basic concept in investment decision making process understands the relationship between expected returns and investment risk. CAPM (Capital Asset Pricing Model) is an equilibrium model that deprives relationship between returns and risk of a stock that related to market condition. Based on CAPM, market is the only factor that influences stock returns. There were various researches conducted to test the validity of CAPM. Empirical studies found that fundamental variable of one company could be used to explain superior rate of returns. Therefore, that phenomenon was called as market anomaly.
The purpose of this research is to test the influence of market factor and some of market anomaly in describing variation of stock returns in Indonesian capital market in period of 2001-2006. By using theory model of CAPM and empirical model of Four Factor Model Carhart, this study found that variable excess market returns (market factor) could explain variation of stock returns in those two models. While in three variables of market anomaly (size, book to market and momentum), it was only book to market that could explain variation rate of returns in Indonesian capital market. The market anomaly also emerged not consistently in the period of research.
Kata Kunci : market factor, market anomaly and stock returns