Laporkan Masalah

PENGARUH FAKTOR EKSTERNAL DAN INTERNAL SERTA KEBIJAKAN MONETER TERHADAP TINGKAT SUKU BUNGA DI INDONESIA, (1984.1 - 1991.4)

Haerul Anam ( Adv : Drs. Iswardono Sardjonopermono, MA.), Drs. Iswardono Sardjonopermono, MA.

1995 | Tesis | S2 Economics

Sektor finansial memainkan peranan penting dalam pembangunan ekonomi, baik di negara berkembang maupun di

negara maju. Suku bunga merupakan sesuatu yang sangat urgen dalam sektor finansial khususnya dan dalam pembangunan ekonomi pada umumnya. Penelitian terhadap tingkat suku bunga di Indonesia masih amat jarang dilakukan.

Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat suku bunga di Indonesia. Baik karena faktor eksternal (luar negeri) dan

faktor internal (dalam negeri), maupun karena kebijakan

moneter yang pernah dijalankan pemerintah. Oleh sebab itu,

penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah faktor

ekternal dan internal serta kebijakan moneter berpengaruh

terhadap tingkat suku bunga di Indonesia.

Penelitian ini menggunakan analisis statistik, analisis

ekonometrik, dan analisis ekonomi. Dengan analisis statistik penelitian ini menemukan bahwa secara bersamasama

faktor ekternal dan internal, serta kebijakan moneter berpengaruh terhadap tingkat suku bunga di Indonesia,

selama periode penelitian (1984.1 - 1991.4). Hal ini

ditunjukkan oleh nilai F-hitung sebesar 49,47 lebih besar

dari F-tabelnya yang besarnya 2,4. Bila menggunakan uji

secara individual ditemukan bahwa dari delapan variabel

yang dipergunakan dalam model, ternyata 5 variabel independen yang berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat bunga dalam negeri di Indonesia yaitu variabel faktor luar negeri (ekternal), Produk Domestik Bruto, Tingkat Inflasi, Cut off Rate Sertifikat Bank Indonesia (ketiganya merupakan faktor internal), dan Kebijaksanaan Deregulasi 27 Oktober 1988; Sedang variabel independen yang tidak berpengaruh secara signifikan adalah Jumlah uang beredar dalam arti luas (M2), Lag Tingkat Bunga Dalam Negeri; dan Kebijaksanaan Uang Ketat.

Dengan analisis ekonometrik yang menggunakan Ordinary Least Square (OLS) dalam mengestimasi parameter menunjukkan

bahwa: a). tidak terdapat multikolinearitas pada model persamaan regresi yang digunakan; b). tidak terdapat autokorelasi orde-pertama baik positif maupun negatif dengan menggunakan uji-h (Durbin-h); c). tidak terdapat

heteroskedastisitas dari masing-masing regresi antara variabel residual dengan variabel penjelasnya.

Financial sector plays an important role in economic

development, both in the developing as well as developed

countries. Rate of interest is crucial in financial sector

in particular, and in economic development in general.

Study on rate of interest is still limitingly done in

Indonesia.

The main subject of the study is studying what factors

affecting rate of interest in Indonesia, either external (foreign dependent) factor, internals (domestically

related), or monetary policy adopted by the government.

Therefore, this study has the objective of determining

what external and internal factor, and goverment monetary policy which affect interest rate in Indonesia.

Statistical, econometrical, and economic analysis were used in the study. Based on statistical analysis, it was revealed that external and internal factors, as well as government monetary policy jointly affected interest rate in Indonesia for the period being studied (1984.1 to 1991.4). This was indicated from F value of 49.47 which

was considerably greater than tabular F value of 2.4.

Individual test showed that out of eight explanatory

variables used in the model, only five variables showed a

significant effect to interest rate in Indonesia. Those

were the external factor, Gross Domestic Product, Inflation

rate, Cut off Rate of Indonesian Central Bank Certificate

(the last three are internal factors), and 27 October

1988 Deregulation Policy on Monetary Matters. The factors not significantly affecting interest rate were amount of money circulated in broad sense (M2), time lag of domestic interest rate, and Tight Money Policy.

From econometric analysis using Ordinary Least Square

(OLS) in the estimation of the parameters, it was revealed

that: a) there was no multicolinearity in the regression

model being used; b) no first-order autocorrelation was

detected form Durbin-h test; c) no heteroscedasticity was

detected between the residual errors and the explanatory

variables.

Kata Kunci : Kebijakan Moneter, Suku Bunga, Indonesia


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.