Laporkan Masalah

Pengaruh Gender Diversity Dewan Direksi Terhadap Performa Keuangan Perusahaan Dalam Menghadapi Krisis Keuangan Global 2008 (Perusahaan Yang Terdaftar Di Indeks Kompak 100 Periode 2007-2012)

FIKRI, AHMAD (Adv.: Eddy Junarsin, M.B.A.,Ph.D.), Eddy Junarsin, M.B.A.,Ph.D.

2014 | Skripsi | S1 Management

Keberagaman anggota dewan merupakan sebuah isu mengenai corporate governance dimana didalamnya terdapat komposisi anggota dewan. Board diversity ini diukur dengan perbedaan gender dalam anggota dewan. Dengan variabel utama mengenai keberadaan wanita, proporsi wanita, wanita sebagai direktur utama ataupun direktur keuangan sebagai variabel utama dan ukuran perusahaan (total aset), kepemilikan keluarga, blockholder, konsentrasi kepemilikan, jumlah anggota dewan, proporsi independen komisaris sebagai variabel kontrol. Performa keuangan diukur dengan ROA dan TobinÂ’s Q. Penelitian dilakukan dengan sampel perusahaan yang terdaftar di Indeks Kompas 100 pada periode 2007-2012. Periode penelitian di bagi menjadi 4, periode panjang 2007-2012, periode sebelum krisis (2008-2008) periode krisis-transisi (2009-2010) dan periode setelah krisis (2011-2012). Sampel penelitian ini terdiri dari 154 perusahaan dengan 504 observasi.

Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan (negative) keberadaan wanita ataupun proporsi wanita terhadap kinerja keuangan perusahaan pada 3 periode periode 2007-2012, sebelum crisis (2007-2008) dan krisis-transisi (2009-2010), namun tidak memiliki hubungan pada periode setelah krisis (2011-2012). Peran gender pada direktur utama tidak memiliki hubungan dengan kinerja keuangan disetiap periode penelitian, tetapi ada indikasi memiliki hubungan pada model PLS. Wanita sebagai direktur keuangan perusahaan memiliki hubungan (negative) pada kinerja perusahaan disetiap periode penelitian.

Variabel kontrol jumlah anggota dewan, konsentrasi kepemilikan, dan kepemilikan keluarga memiliki hubungan negative. Blockholder berhubungan positif, proporsi independen komisaris tidak memiliki hubungan, memiliki hubungan negatif.

Board diversity is one the issue related to corporate governance which there are composition of the board members. This research measured by gender diversity in board of director (presence and proportion of woman, woman as CEO, and woman as CFO and firm size measured by total asset, family ownership, block holder, concentration of ownership, number of board member, proportion of independence commissionaire as control variables. Financial performance measured by ROA and Tobins Q. The research samples are taken by Indeks Kompas 100 period 2007-2012. Time period divided into 4 periods, long time period (2007-2012), Pre-Crisis Period (2007-2008), Crisis-Transition (2009-2010) and After Crisis period (2011-2012). The sample of research are 154 companies and 504 observation.

This research show that representation and proportion of woman in board of director is negatively related to financial performance in 3 periods, long time period (2007-2012), Pre-Crisis Period (2007-2008), Crisis-Transition (2009-2010) but after crisis period find insignificant relationship between representation and proportion of woman and firm performance. Female as CEO find insignificantly relationship, but indicate significant in PLS model. Female as financial director is negatively related to financial performance in all periods.

Control variable such as numbers of board director, concentration ownership and family ownership has negative correlation to financial performance. Blockholder positively related to and proportion of independent commissionaire find insignificant relationship with firm performance.

Kata Kunci : Keberagaman dewan, perbedaan gender, tata kelola perusahaan, kinerja keuangan, ROA, Tobins Q, board diversity, gender diversity, corporate governance, financial performance.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.