Laporkan Masalah

EVALUASI PENENTUAN HARGA TRANSFER (STUDI KASUS PADA PT. INTI BANDUNG)

DALIMUNTHE, AIDIL SYARIF (Adv. Drs. Rusdi Akbar, M.Sc.), Drs. Rusdi Akbar, M.Sc.

2003 | Skripsi | S1 Extention - Accounting

Perusahaan yang menerapkan sistem desentralisasi dan memiliki beberapa divisi, didalamnya sering terjadi transfer barang atau jasa antar divisi. Masalah yang timbul jika terjadi transfer barang atau jasa antar divisi adalah menentukan metode yang paling memuaskan untuk menentukan harga barang atau jasa yang ditransfer dari satu divisi ke divisi lainnya. Besarnya harga transfer akan mempengaruhi prestasi divisi penjual barang atau jasa maupun prestasi divisi pembelinya. Oleh karena itu, harga transfer yang dipandang adil oleh divisi penjual dan divisi pembelinya akan dapat memotivasi manajer kedua divisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan dan penentuan harga transfer serta dampak yang ditimbulkannya terhadap kinerja SBU (Unit Bisnis) Akses & Jaringan Tetap pada PT. Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) tahun 2002. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif, yaitu membandingkan antara pengetahuan secara teoritik dan konsep-konsep yang ada dengan pelaksanaan di lapangan untuk memberikan gambaran kesesuaian antara fakta dan teori yang selanjutnya dianalisis untuk memperoleh kesimpulan.

Hasil analisis data dalam penelitian ini menunjukkan bahwa transfer barang yang terjadi pada PT. INTI dan masalah yang ditimbulkannya relatif kecil karena antar unit bisnis memiliki tingkat saling ketergantungan produksi yang rendah dengan kondisi struktur organisasi perusahaan yang terintegrasi secara horizontal. Penetapan harga transfer barang antara Unit Bisnis Akses & Jaringan Tetap, Unit Bisnis Manufaktur dan Unit Bisnis Jaringan Komunikasi Bergerak pada tahun 2002 terdiri atas biaya variabel ditambah dengan profit sharing sesuai kesepakatan harga hasil negosiasi. Penentuan harga transfer tersebut telah sesuai dengan kondisi di PT. INTI, dimana unit bisnis penjual berada dibawah kapasitas normal dan tidak terdapat harga pasar atas produk yang bersangkutan. Profit sharing dari hasil negosiasi antara Unit Bisnis Jaringan Komunikasi Bergerak, Unit Bisnis Manufaktur dan Unit Bisnis Akses & Jaringan Tetap berbeda-beda atau tidak seimbang. Hal ini menunjukkan bahwa harga transfer yang ditentukan tergantung dari keahlian tawar menawar dari manajer unit bisnis yang bersangkutan. Penentuan harga transfer melalui mekanisme negosiasi akan dapat meningkatkan kinerja masing-masing unit dan akumulasi keuntungan dari kedua unit bisnis yang terlibat akan dapat meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan.

-

Kata Kunci : evaluasi; akuntansi; keuangan; harga; penjualan; marketing


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.