Laporkan Masalah

Pergerakan Demokrasi dan Pelanggaran HAM di Korea Selatan dalam Film The Attorney (Byeonhoin): Kajian Sosiologi Sastra

LUNE AYU PINANDHITA, Dr. Supriyadi, M.Hum.

2018 | Skripsi | S1 BAHASA KOREA

Karya sastra merupakan gambaran keadaan sosial masyarakat yang digabungkan dengan imajinasi sastrawan. Karya sastra bertujuan untuk menghibur dan menyampaikan pesan kepada penikmatnya. Alasan dilakukan penelitian ini adalah film The Attorney menceritakan kisah Korea Selatan di tahun 1980-an. Ketika dibuat dan ditayangkan di tahun 2013, film ini berhasil menarik perhatian dan simpati lebih dari 10 juta penonton. Atas kesuksesan film The Attorney, diduga terdapat representasi Korea Selatan saat ini dalam Korea Selatan tahun 1980-an yang digambarkan film The Attorney. Penelitian ini menggunakan film The Attorney karya sutradara Yang Wooseok sebagai objek material dan dianalisis dengan teori sosiologi sastra Swingewood. Teori sosiologi sastra Swingewood menjelaskan bahwa karya sastra merupakan cerminan sosial, yang merefleksikan situasi masyarakat pada masa sastra tersebut diciptakan. Melalui teori tersebut, pergerakan demokrasi dan pelanggaran HAM yang ditemukan dalam film The Attorney dihubungkan dengan kondisi masyarakat di Korea Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menunjukkan representasi pergerakan demokrasi dan pelanggaran HAM yang terjadi di Korea Selatan dan kritik sosial yang ada dalam film The Attorney. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dan datanya berupa dialog dan potongan gambar dalam film The Attorney. Hasil analisis menunjukkan bahwa ditemukan representasi pergerakan demokrasi dan pelanggaran HAM di Korea Selatan dan kritik sosial dalam film The Attorney. Representasi pergerakan demokrasi di Korea Selatan adalah perlawanan masyarakat terhadap pemerintah yang memperlakukan masyarakat dengan sewenang-wenang sehingga melanggar hak masyarakat. Pelanggaran HAM yang dilakukan oleh pemerintah berupa penyalahgunaan hukum keamanan nasional, penyiksaan, pelanggaran hak persamaan hukum, serta pelanggaran hak berkumpul dan beropini. Kritik sosial yang disampaikan Yang Wooseok melalui film ini adalah kritik terhadap pemerintah Korea Selatan agar tidak mengutamakan kepentingannya sendiri dengan mengorbankan rakyat yang tidak bersalah.

A literary work is a representation of social state of society mixed with that creator's imagination. A literary work is made to entertain and deliver message to the viewer. The reason of doing this research is because The Attorney movie is using South Korea in 1980s as the background story. When it was released in 2013, this movie was able to attract more than 10 million viewers' interest and sympathy. Because of its success, it indicates that there is representation of today's South Korea in 80s South Korea shown on The Attorney movie. This research is using The Attorney movie by director Yang Wooseok as the object material and is analyzed using Swingewood's sociology of literature theory. Swingewood's theory of sociology of literature states that literature work is a reflection of society, it reflects the social condition at the time the work was made. Using the theory, democracy movement and human rights violation found in The Attorney movie is connected to the social condition of South Korea. The goals of this research are to show the representation of democracy movement and human rights violation in South Korea and also to show social critique shown in The Attorney movie. The method used in this study is literature study and the data were dialogue and scenes taken from The Attorney movie. The analysis result shows that representation of democracy movement and human rights violation in South Korea and also social criticism is found in The Attorney movie. Democracy movement in South Korea is represented by society fighting for their abused rights by the arbitrary government. Human rights violation by the government is shown by misuse of national security law, torture, violation of right to fair public hearing, violation of freedom of opinion, violation of right of peaceful association happening to South Korea's society. The social critique delivered by Yang Wooseok through this movie is criticism for the government not to prioritize their own needs by victimizing the society.

Kata Kunci : pergerakan demokrasi, pelanggaran HAM, film, Korea Selatan, sosiologi sastra


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.