Laporkan Masalah

Gereja dan Pembangunan: Perkembangan Kristen Jawa di Mojowarno 1960an-1990an

GINANJAR, Dr. Agus Suwignyo, M.A.

2018 | Skripsi | S1 ILMU SEJARAH

Kehadiran Agama Protestan di Hindia-Belanda memiliki dinamika tersendiri yang tidak bisa disamakan sepenuhnya dengan agama barat lainnya, seperti Katholik. Protestan yang di kemudian dikenal sebagai Kristen ini pada pertengahan abad XIX mengalami perkembangan yang lambat dan baru ketika awal abad XX mengalami peningkatan. Hal ini tidak bisa sepenuhnya disebabkan oleh peran kalangan misionaris eropa, tetapi lewat peran para pemuka agama dari penduduk bumi putera. Kemunculan beberapa tokoh-tokoh pendeta kristen dari orang asli Jawa bersamaan dengan adanya strategi singkretisme ajaran kristen dengan tradisi-kebudayaan Jawa yang melahirkan aliran Kristen-Jawa. Dalam atmosfer inilah komunitas kristen muncul dan berkembang di Jombang, khususnya di Ngoro dan Mojowarno. Menjelang awal hingga pertengahan abad XX yang diiringi kemerdekaan Indonesia, komunitas Kristen di Mojowarno mengembangkan pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan hingga sosial ekonomi. Di masa itulah, Kristen terus tumbuh dan berkembang di Mojowarno dan menyesuaikan diri dengan arah kebijakan pemerintahan. Dalam hal ini pembangunan yang digadang rezim orde baru bersambut gayung dengan pembangunan yang terjadi di dalam praktek sosial keagamaan di dalam masyarakat kristen yang hidup di desa Mojowarno. Akhirnya penelitian ini ingin menunjukkan bagaimana dinamika aktivitas Gereja dan Kristen-Jawa di Mojowarno sebagai suatu keberlanjutan dan perubahan. Adapun penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah, dengan memanfaatkan sumber primer yang telah dibukukan maupun sumber sekunder berupa penelitian-penelitian sebelumnya. Tidak ketinggalan artikel, sumber internet, hingga utamanya beberapa sumber lisan.

The presence of Protestantism in the Indies has its own dynamics that can not be equated with other western religions, such as Catholicism. Protestants who came to be known as Christians in the mid-nineteenth century experienced a slow and new development when the beginning of the twentieth century increased. This can not be entirely due to the role of the missionary circles of Europe, but through the role of religious leaders of the earth's inhabitants. The appearance of some Christian chaplains from the original Javanese along with the syncretism strategy of Christian teaching with Javanese traditions that gave birth to the Javanese-Christian school. It is in this atmosphere that the Christian community emerges and flourishes in Jombang, especially in Ngoro and Mojowarno. Towards the early to mid-XX century that accompanied Indonesia's independence, the Christian community in Mojowarno developed development in the fields of education, health and socio-economic. It was during this time that Christianity continued to grow and develop in Mojowarno and adjust to the direction of government policy. In this case, the development of the new order regime was greeted with the development that took place in religious social practice in the Christian community living in the village of Mojowarno. Finally this research wants to show how the dynamics of church and Christian-Javanese activity in Mojowarno as a continuity and change. The research uses historical research methods, using primary sources that have been booked and secondary sources in the form of previous studies. Do not miss the article, the source of the internet, until the main sources of oral.

Kata Kunci : Gereja, Kristen, Pembangunan, Chruch, Christian, Development


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.