PEMANFAATAN CCTV DALAM MENINGKATKAN KEPATUHAN CUCI TANGAN PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP CEMPAKA RSUD BUDHI ASIH JAKARTA
AHIJRAH RAMADHANTI, Prof. dr. Iwan Dwiprahasto, M.Med.Sc, Ph.D.; Dr. dr. Hera Nirwati, M.Kes., Sp.MK.
2017 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Infeksi nosokomial adalah infeksi yang terjadi pada pasien selama proses perawatan di rumah sakit. Infeksi nosokomial berdampak merugikan klien karena harus menjalani perawatan di rumah sakit lebih lama, akibatnya biaya yang dikeluarkan menjadi lebih besar bahkan dapat menyebabkan kematian. Cara paling efektif dan hemat biaya untuk melakukan pencegahan infeksi nosokomial adalah dengan mempertahankan kebersihan tangan. Angka kepatuhan cuci tangan tenaga kesehatan khususnya perawat masih sangat rendah, untuk itu perlu ditingkatkan dengan berbagai strategi. Salah satu strategi dari The Joint Commission adalah dengan menggunakan media pengingat yaitu CCTV. Tujuan: untuk mengetahui hubungan penggunaan media pengingat (CCTV) dalam meningkatkan kepatuhan cuci tangan perawat di ruang rawat inap Cempaka RSUD Budhi Asih Jakarta. Metode: Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasy experiment. Subyek penelitian dibagi atas dua kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Data kuantitatif diperoleh dengan pengisian kuesioner dan melakukan observasi pada masing-masing kelompok sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data kuantitatif yang digunakan adalah analisis univariat dalam bentuk distribusi frekuensi, analisis bivariat dengan uji chi square dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik. Hasil dan pembahasan : Kepatuhan cuci tangan perawat berdasarkan pengamatan CCTV di RSUD Budhi Asih sebesar 57 %. Penggunaan media pengingat (CCTV) secara bermakna meningkatkan kepatuhan cuci tangan perawat yang meliputi kepatuhan terhadap momen (p=0,002), kepatuhan terhadap 6 langkah (p=0,002) dan kepatuhan terhadap standar lama waktu cuci tangan (p=0,003). Tidak ada hubungan bermakna antara karakteristik individu (jenis kelamin, umur, pendidikan, masa kerja dan keikutsertaan pelatihan PPI) dengan tingkat kepatuhan cuci tangan perawat. Tidak ada hubungan bermakna antara dukungan manajemen dengan tingkat kepatuhan cuci tangan perawat (p=0,353). Kesimpulan dan saran : Penggunaan media pengingat (CCTV) secara bermakna meningkatkan kepatuhan cuci tangan perawat yang meliputi kepatuhan terhadap momen, kepatuhan terhadap 6 langkah dan kepatuhan terhadap standar lama waktu. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk penggunaan teknologi lain sebagai media pengingat serta audit umpan balik dalam meningkatkan kepatuhan cuci tangan petugas kesehatan khususnya perawat.
Background: Nosocomial infection is an infection occured on hospitalized patient. Nosocomial infections adversely affect clients because extending the lenght of stay, consequently the cost incurred to be greater even cause death. The most effective and cost-effective way to prevent nosocomial infections through maintaining hand hygiene. Compliance rate of handwashing of health workers, especially nurses is still very low, therefore it needs to be improved with various strategies. One of The Joint Commissions strategies by use reminders tools such as CCTV. Objective: Understanding association between utilization of CCTV as reminders tool to improving the nurses obedience on Hand Hygiene in Cempakas inpatient room of RSUD Budhi Asih Jakarta. Method: The study method was quantitative used quasy experimen approacht. The subjects were divided into two groups: treatment group and control group. Quantitative data were obtained by filling in questionnaire and observing each group before and after intervention. Quantitative data analyzed by univariate analysis in the form of frequency distribution and bivariate analysis with chi square test and multivariate analysis with logistic regression test. Result and Discussion: Compliance of nurses hand hygiene through CCTV observation in RSUD Budhi Asih were 57%. The use of reminder media (CCTV) significantly improved adherence hand hygiene compliance, which included p = 0.002 adherence, adherence to 6 steps (p = 0.002) and adherence to the standard time of hand washing (p = 0.003). There was no significant correlation between individual characteristics (sex, age, education, tenure and PPI training participation) with nurses compliance level to hand hygiene. There was no significant correlation between management support and compliance level of nurse hand washing (p = 0,353). Conclussion and Suggestion: The use of reminder media (CCTV) significantly improves nurses compliance to do hand hygiene, including compliance with the moment, adherence to the 6 steps and adherence to the standard of time. Further research is needed to use other technologies as a reminder media in improving compliance of hand hygiene of health care workers, especially nurses.
Kata Kunci : CCTV, pengingat, hand hygiene, cuci tangan, kepatuhan, Reminder, Hand Hygiene, Complience.