ANALISIS PERSAINGAN DAN PROSPEK INDUSTRI BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA
ADE WIKASYAH, Wakhid Slamet Ciptono, MBA, MPM, Ph.D.
2017 | Tesis | S2 ManajemenPersaingan di industri bank umum syariah sangat ketat. Dengan persaingan yang ketat, perusahaan akan melakukan inovasi ataupun cost efficiency hingga menurunkan tarif. Hal ini dapat membuat perusahaan merugi apabila terjadi dalam jangka waktu yang panjang dan menjadikan investasi di bank umum syariah menjadi tidak menarik. Di sisi lain, bank umum syariah membutuhkan tambahan modal unuk memenuhi ketentuan regulasi dan menghadapi persaingan ke depan. Riset dilakukan untuk mengetahui seberapa ketat tingkat persaingan, peluang dan tantangan, serta untuk mengetahui pemain dominan yang akan datang di industri perbankan syariah. Analisis yang dilakukan dengan menggunakan analisis porters five forces , driving forces, strategic group maps, dan key success factor. Pada 13 bank umum syariah yang ada di Indonesia. Hasil riset dalam tesis ini menyatakan bahwa industri bank umum syariah berada dalam pasar persaingan sempurn. Ketatnya ersaingan didominasi oleh faktor persaingan antar perusahaan sejenis dan daya tawar pembeli yang tinggi. Namun pertumbuhan industri bank umum syariah masih lebih tinggi bila dibandingkan dengan pertumbuhan bank konvensional di Indonesia. Sehingga masih memberikan prospek yang baik bagi para investor ataupun pelaku industri Bank Umum Syariah untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Industri bank umum syariah di indonesia masih menarik bagi investor karena memiliki prospek yang baik. Potensinya besar mengingat indonesia memiliki masyarakat yang mayoritas memeluk agama Islam. Tantangan kedepan adalah bagaimana melakukan edukasi ke masyarakat tentang perbankan syariah. Pemaing dominan/besar adalah perusahaan yang memiliki captive market, jumlah kantor cabang/pemasaran banyak, inovatif, fokus pada produk andalan dan pelayanan yang prima.
Competition in the sharia banking industry is very tigt. In a tight price competition, companies will make new inovation, cost efficiency profits and also reduce the tarif. Even companies can not make a profit, it makes investment in the sharia banking industry be unnattractive. On the other hand, companies need additional capotal to meet the provisions of regulation and competition in the future. Research conducted to determine how thight the competition, opportunities and challanges and how to won the competition ahead. By using Porter�s five forces analysis, driving foces, strategic group maps, key success factor. Data obtained from the statistical data published by industry regulators and any other reseouces. The result in this thesis states in the compeition are fierce competition among companies and the high bargaining power of buyers. However growth rate of shara banking industry is still above the growth of conventional banking industry. Thats�s proof that sharia banking gave treat prospects to the investor and any other that related with the industry. Sharia banking in Indonesia is still attractive to investors because its prospects are good. Sharia banking companies challanges to educate people about the sharia banking scheme. Large/dominan players are companies that have captive market and have lots of branch/marketing offices, innovative, focus on selling products and services.
Kata Kunci : Perbankan Syariah, Bank Umum Syariah, profitabilitas, Pertumbuhan, Sharia banking industry, Profitability, Growth