PENYIMPANGAN PRINSIP KERJA SAMA DALAM BUKU KUMPULAN HUMOR "NAKTUN WA FURFUSYATUN TUTAWWILU AL-'UMRA" KARYA SYIMA`I ASY-SYA'IR : ANALISIS PRAGMATIK
SIROJUDIN LATHIF , ABDUL JAWAT NUR, S.S., M.HUM.
2017 | Skripsi | S1 SASTRA ARABPenelitian ini mengkaji penyimpangan terhadap prinsip kerja sama dalam buku kumpulan humor Naktun wa Furfusyatun Tutawwilu al-'Umra (2007) karya Syima`i asy-Sya'ir. Buku ini terdiri dari 6 tema yang bercerita tentang kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk penyimpangan terhadap prinsip kerja sama dan peran maksim-maksim prinsip kerja sama dalam penyimpangan yang terjadi. Analisis prinsip kerja sama dalam penelitian ini menggunakan teori prinsip kerja sama Grice (1975). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengumpulan data, metode analisis data, dan metode penyajian hasil analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk penyimpangan atau pelanggaran dalam sebuah alur komunikasi dapat menciptakan sebuah keadaan baru, dan humor merupakan salah satu keadaan yang diciptakan dari peristiwa tersebut. Di dalam buku Naktun wa Furfusyatun Tutawwilu al-'Umra, terdapat 250 data percakapan yang di dalamnya terdapat penyimpangan-penyimpangan prinsip kerja sama, terdiri dari 38 data penyimpangan maksim kuantitas, 9 data penyimpangan maksim kualitas, 67 data penyimpangan maksim relevansi, dan 136 data penyimpangan maksim pelaksanaan. Penyimpangan ini terjadi karena faktor dari penutur dan mitra tutur yang sedang dalam kondisi mabuk, sehingga alur komunikasi menjadi tidak koheren dan kontekstual, namun terdengar lucu. Bentuk penyimpangan terhadap maksim pelaksanaan di dalam buku Naktun wa Furfusyatun Tutawwilu al-'Umra paling banyak ditemukan. Penyimpangan ini terjadi karena kontribusi yang diberikan peserta tutur terlihat kabur, tidak runtut, dan berlebih-lebihan. Maksim pelaksanaan yang sering dilanggar adalah kontribusi yang memiliki arti ganda dalam penafsiran, sehingga ilmu pragmatik dibutuhkan dalam memahaminya. Pragmatik memberikan tambahan sudut pandang secara eksternal kepada peserta tutur ketika kontribusi yang diberikan tidak cukup dikaji secara internal.
This study examines about the digression of cooperative principles in book collections humor of Naktun wa Furfusyatun Tutawwilu al-'Umra by Syima`i asy-Sya'ir. This book consists of six themes tell about everyday life. The purpose of this study is to describe the form of digression on the principle of cooperation and the role of maxim of cooperation principle in digression that happened. Analysis of cooperative principle in this study is using Grice cooperation principle theory (1975). The method used in this study are the method of referring to the technique of record and the method of agih with change technique. The results of this study indicate that the form of digression or violation in a communication path can create a new state, and humor is one of the circumstances created from the event. In the book of Naktun wa Furfusyatun Tutawwilu al-'Umra, there are 250 conversational data in which there are digressions of cooperative principles, consisting of 38 data digressions maxim quantity, 9 data digressions maxim quality, 67 data digressions maxim relevance, and 136 data digressions maxim implementation. This digression occurs because the factor of speakers and partners who are in drunken condition, so that the communication flow becomes incoherent and not contextual, but it sounds funny. The form of digression from the maxim of implementation in Naktun wa Furfusyatun Tutawwilu al-'Umra's book is most widely found. This digression occurs because the contributions given by the participants said to look blurred, not coherent, and exaggerated. Maxim implementation is often violated is the contribution that has a double meaning in the interpretation. So the pragmatic knowledge needed to understand. Pragmatics provide an additional point of view externally to the participants said when the contribution given is not sufficiently reviewed internally.
Kata Kunci : penyimpangan, prinsip kerja sama, maksim, humor, pragmatik