Laporkan Masalah

KETERSEDIAAN DAN PELINDIAN KATION BASA DI ULTISOL LAMPUNG TENGAH DENGAN PEMBERIAN KAPUR DAN GIPSUM

AGUNG RUSYANTO, Dr. Ir. Sri Nuryani Hidayah Utami, M.P.;Dr. Ir. Benito Heru Purwanto. M.Agr.Sc.

2017 | Tesis | S2 Ilmu Tanah

Ultisol merupakan tanah yang mengalami pelapukan lanjut dan memperlihatkan pengaruh pelindian kation oleh air hujan paling aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kalsit (CaCO3) dan gipsum (Ca2SO4) terhadap kation bervalensi 2, yakni Ca dan Mg. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan PT Gula Putih Mataram, Lampung Tengah. Penelitian menggunakan rancangan percobaan split-plot dengan tiga ulangan. Perlakuan kalsit sebagai petak utama sementara perlakuan gipsum sebagai anak petak. Hasil analisis menunjukkan pada analisis Ca air pelindian cenderung tinggi dibandingkan Mg dengan semakin tingginya curah hujan. Curah hujan mampu melarutkan Ca dari lapisan atas tanah ke lapisan bawah hingga keluar dari sistem tanah. Sementara itu, pelindian Mg oleh air hujan tidak terlihat jelas. Tampaknya curah hujan yang tinggi akan melindi Ca terlebih dahulu yang dilanjutkan dengan Mg, meskipun secara deret lyotropik ikatan Ca2+ sedikit lebih kuat dibandingkan dengan Mg2+. Hal ini menunjukkan secara tidak langsung kelarutan Mg oleh air hujan dipengaruhi oleh kelarutan Ca yang tinggi akibat pemberian kalsit dan gipsum. Penambahan kapur sebanyak 1 ton ha-1, curah hujan sebesar 1264,2 mm selama 166 hari, menyebabkan Ca terlindi sebesar 596 mg, dan serapan Ca sebesar 3.229 mg yang setara dengan penambahan Ca sebesar 14.676 mg dalam tanah. Penambahan gipsum sebesar 0,25 ton ha-1 akan mendorong pelindian sebesar 538 mg dan serapan Mg sebesar 3.072 mg. Dengan demikian pemberian kalsit dan gipsum pada ultisol dengan curah hujan tinggi menimbulkan pelindian yang lebih tinggi pada Ca dibandingkan dengan Mg.

Ultisols is one of soil types that undergoes further weathering and displays the most active cations leaching caused by precipitation. This study aimed to observe the effect of calcite application (CaCO3) and gypsum (CaSO4) on valence 2 cations, such as Ca and Mg. This study was conducted in Experimental Field of Gula Putih Mataram Enterprise, Central Lampung. Split-plot design with 3 replications was used as the experimental design. The application of calcite as the main plot and the application of gypsum as the sub plot. The analysis shows that Ca analysis of leachate was relatively high than Mg if the higher rainfall happened. It could dissolve Ca from topsoil to subsoil and eventually Ca exits the soil system (solum). Meanwhile, Mg leaching by precipitation could not give clear results. It can be assumed that high rainfall would leach Ca first and then Mg, even though according to lyotropic series the bonds of Ca2+ is slightly stronger than Mg2+. It indicates that Mg solubility by precipitation indirectly caused by high Ca solubility due to the application of calcite and gypsum. The addition of calcite about 1 ton ha-1, rainfall at 1264.2 mm for 166 days, caused the leaching of Ca about 596 mg and Ca uptake about 3,229 mg which is equivalent to its addition about 14,676 mg in soil. The addition of gypsum about 0.25 ton ha-1 will prompt the leaching about 538 mg and Mg uptake about 3,072 mg. Therefore, the application of calcite and gypsum in ultisols with high rainfall resulted in higher leaching of Ca compare to Mg.

Kata Kunci : calcite, gypsum, base cations, sugarcane, kalsit, gipsum, kation basa, tebu

  1. S2-2017-337454-abstract.pdf  
  2. S2-2017-337454-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-337454-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-337454-title.pdf