Hubungan Pola Menyusui dengan Kejadian Diare pada Bayi Usia 0-12 Bulan di Puskesmas Umbulharjo I Kota Yogyakarta
NESYA SARICHA, Sari Hastuti,S.Si.T.,MPH ; Mumtihana Muchlis, SST., M.Kes
2017 | Tugas Akhir | D4 BIDAN PENDIDIKLatar Belakang: Diare merupakan gangguan buang air besar lebih dari 3 kali sehari dengan konsistensi tinja cair, dapat disertai dengan darah dan atau lendir. Penyakit diare pada bayi masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia karena morbiditas dan mortalitasnya yang masih tinggi. Pada tahun 2012, angka kesakitan diare pada balita 900 per 1.000 penduduk di Indonesia. Kejadian diare pada bayi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah pola menyusui. Pola menyusui terdiri dari ASI eksklusif, ASI predominan, ASI parsial dan non ASI eksklusif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola menyusui dengan kejadian diare pada bayi usia 0-12 bulan di Puskesmas Umbulharjo I Kota Yogyakarta. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan pendekatan retrospektif. Besar sampel sebanyak 80 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Random Sampling. Penelitian ini menggunakan data primer dengan alat pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariabel dan bivariabel dengan uji Chi Square. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kejadian diare pada bayi usia 0-12 bulan merupakan mayoritas di wilayah penelitian yaitu 51 (63,7%) dari 80 bayi. Pola menyusui predominan menjadi pola tertinggi dengan kejadian diare sebanyak 20 (25%) bayi. Uji statistik didapatkan p-value 0,000<0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola menyusui dengan kejadian diare pada bayi usia 0-12 bulan di Puskesmas Umbulharjo I Kota Yogyakarta.
Background: Diarrhea is defined as a defecate disorder which occurs more than 3 times in a day with the consistency of liquid feces, can be accompanied with blood and or mucus. Diarrhea in infant still becomes a public health problem in Indonesia since the morbidity and mortality remain high. In 2012, the figures in diarrhea in toddlers 900 per 1.000 population in Indonesia. Diarrhea in infants, may be affected by some factors, one of them is breastfeeding patterns. Breastfeeding patterns consist of exclusive breastfeeding, predominant breastfeeding, partial breastfeeding and non-exclusive breastfeeding. Objective: This research aims to understand the relations between the breastfeeding patterns and diarrhea in infants aged 0-12 months in Public Health Center of Umbulharjo I, Yogyakarta. Methods: The research design used was cross sectional with the retrospective approach. The amount of samples is 80 respondents using Random Sampling technique. This research used primary data by way of collecting data with questionare sheets. The data analysis is conducted in univariable and bivariable by Chi Square test. Results: This research shows that diarrhea in infants aged 0-12 months constitutes as the majority of the reseach area that is 51 (63,7%) from 80 infants. The predominant breastfeeding pattern becomes the highest pattern with the occurance of diarrhea as much as 20 (25%) infants. Statistical test obtained p-value 0,000<0,05 thus in conclusion, there is a significant relation between the breastfeeding pattern and diarrhea in infants aged 0-12 months at Public Health Center of Umbulharjo I, Yogyakarta.
Kata Kunci : Kejadian diare, pola menyusui