Makna di Balik Tradisi Bersih Kali Banteng Studi Deskriptif tentang Wujud Kerukunan Masyarakat dalam Tradisi Bersih Kali Banteng di Desa Wiladeg Kecamatan Karangmojo Kabupaten Gunungkidul
ELFI HUSNIAWATI, Widodo Agus Setianto, Dr. M.Si.
2017 | Skripsi | S1 ILMU KOMUNIKASITradisi Bersih Kali Banteng merupakan tradisi warisan nenek moyang dan merupakan rangkaian dari tradisi Bersih Desa Rasulan Desa Wiladeg. Penelitian ini berusaha untuk menemukan makna dari simbol-simbol yang terdapat dalam rangkaian prosesi tradisi Bersih Kali Banteng. Penelitian ini juga berusaha mengulik bagaimana wujud-wujud kerukunan yang tercermin dalam tradisi Bersih Kali Banteng mampu menjadi media yang menyatukan masyarakat Desa Wiladeg yang beragam dari segi agama yang dianut dan profesi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode studi deskriptif yang menggambarkan makna-makna dari setiap prosesi Bersih Kali Banteng dan keterkaitanya dengan wujud kerukunan masyarakat. Pengumpulan data dilaksanakan dengan observasi partisipan dan wawancara mendalam, serta menggunakan sumber tertulis lain. Hasil penelitian ini mengungkapkan bila dalam prosesi tradisi Bersih Kali Banteng memiliki pesan-pesan dan makna yang mendalam. Makna tersebut sangat erat berkaitan dengan kehidupan manusia di dunia ini yang mencakup hubungan dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan antara manusia dengan keberadaan alam semesta baik dengan mereka yang hidup maupun mereka yang gaib. Dalam tradisi ini pula masyarakat mampu bekerja sama saling gotong royong, saling menghormati dan menjaga toleransi. Tradisi inilah yang kemudian menyatukan masyarakat Desa Wiladeg, dengan memahami tradisi sebagai milik seluruh warga dan bukan milik salah satu golongan atau pemeluk agama tertentu.
Bersih Kali Banteng tradition is part of Rasulan tradition which held in Desa Wiladeg, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul. Bersih Kali Banteng tradition have lot of symbols in its procession. The purpose of this research tries to find the meaning of those symbol, and how Bersih Kali Banteng tradition can be used as the media of harmony that united Wiladeg citizens. As known, in Wiladeg there are two major religions, Islam and Christian. The citizens also have different professions, like farmer, teacher, traders, entrepreneurs and them who work in sub-district or regency government. This research used qualitative descriptive method, where the main data collected with participant observation and in-depth interview. The result of this research found if symbols in Bersih Kali Banteng has closely related deep meaning to human life. It shows the relationship between human and God, relation between human to human and society, and also human with the existence of the universe such as nature and also the spirit who are unseen. In Bersih Kali Banteng also found if the citizens were so united. They do gotong royong and honor to each other. Wiladeg citizens also understanding the tradition as belonging to all citizens and not belonging to any of the groups or any particular religions.
Kata Kunci : studi deskriptif, tradisi, Bersih Kali Banteng, kerukunan