Laporkan Masalah

Penggunaan Video Game Sebagai Sarana Pembentuk Opini Publik Mengenai Militer Amerika Serikat

EKASAPUTRO, Agi, Dafri Agussalim

2013 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Kesimpulan ' Didorong akibat menurunnya jumlah warga yang mendaftar sebagai tentara pada masa dekade 90an, militer Amerika Serikat kemudian mencari cara untuk mempromosikan diri kepada warga mereka menggunakan cara yang baru. Setelah melihat bahwa video game memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan ini, militer AS pun mulai mengembangkan game mereka sendiri dengan harapan dapat meningkatkan jumlah warga yang mendaftar masuk militer. Militer AS juga memilih video game sebagai me dia promosi dengan beberapa pertimbangan. Mulai dari kemampuan video game yang lebih baik dalam memberikan penggambaran dibandingkan media lain seperti televisi. Dnegan melibatkan pemain dalam game yang memiliki durasi lebih lama juga dilihat sebagai cara promosi yang lebih cost efficient menurut pandangan militer. Kemudian militer AS juga tidak memungkiri bahwa alasan mereka mulai melirik video game adalah karena jumlah gamer di Amerika Serikat yang banyak dengan angka yang tidak pernah menurun. Militer AS melihat bahwa gamer yang rata-rata berusia remaja antara 13 hingga 18 tahun merupakan golongan yang berpotensial untuk diajak menjadi rekrut ketika usia mereka sudah mencukup nantinya sehingga lebih baik jika militer juga turun untuk memperkenalkan diri kepada golongan muda tersebut. Video game juga dianggap sebagai sarana komunikasi baru yang dapat melengkapi sarana propaganda yang sebelumnya telah dimiliki oleh militer AS seperti dengan menggunakan musik dan film. Proses pembuata n game perang sendiri bisa dibagi menjadi dua. Cara pertama adalah secara resmi dimana militer AS melakukan pembuatan game mulai dari perencanaan konsep hingga perilisan game tersebut. Pembuatan game perang dengan cara ini didominasi oleh AD AS yang juga menjadi lembaga dalam militer yang paling banyak membutuhkan personil, Sedangkan cara kedua adalah dengan kerjasama antara militer dengan swasta. Dalam kasus ini bisa dibilang bahwa inisiatif untuk pembuatan game berada pada pihak pengembang game swasta. Namun institusi militer yang dihampiri guna memmbantu proses konsultasi 49 pembuatan game tidak berkeberatan dalam memberikan asistensi guna menjamin penggambaran yang akurat dalam game yang kemudian dijual. Proses konsultasi antara pihak pengembang swasta dengan institusi militer yang dituju umumnya melibatkan pihak ketiga yaitu konsultan dan semuanya adalh orang-orang yang pernah berdinas di salah satu institusi militer yang ada. Keberadaan pihak ketiga tersebut kemudian membantu proses komunikasi antara militer dan swasta. Meski demikian, kendati telah melakukan pencitraan dengan menggunakan video game selama 13 tahun terakhir baik tiu secara resmi maupun tidak, pada akhrinya belum ditemukan secara jelas apakah semua usaha yang dilakukan oleh militer AS telah memberikan manfaat bagi mereka. Jumlah users yang mendaftar pada situs game resi AD AS America's Army memang mencapai jutaan untuk yang wilayah permainan di Amerika Serikat, akan tetapi para gamer ini lebih tertarik pada eskapisme dengan cara bermain daripada memusingkan mengenai konten yang disediakan oleh AD AS seperti ajakan untuk mendaftar tentara dan benefit yang akan diperoleh. Pada game perang buatan swasta yang menampilkan militer AS sebagai sosok pun bisa dikatakan sama. Kendati game tersebut mencatat angka penjualan yang tinggi, gamer yang memainkannya juga tidak terlalu peduli dengan tampilan militer yang ada pada game tersebut karena menganggap bahwa kualitas permainan dan cerita lebih diuatamakan. Ditambah lagi semua keuntungan dari hasil penjualan game tersebut tidak masuk kedalam kas militer. Kita hanya bisabilang bahwa militer AS telah melakukan banyak cara untuk memastikan bahwa citra dirinya tetap tertampl dalam video game walaupun basilnya belum jelas. Dengan melihat kecenderungan ini bisa disimpulkan bahwa masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut di masa depan untuk mengetahui apakah upaya yang dilakukan oleh militer AS terkait hal ini memiliki hasil yang efektif atau tidak.

Kata Kunci : Hubungan Internasional


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.