Analisis Berkurang Diskriminasi terhadap Minoritas Burakumin di Jepang pasca Perang Dunia II
ELLAGRADINI, Nabila , Ririn Tri Nurhayati
2012 | Skripsi | Ilmu Hubungan InternasionalMasalah minoritas yang dialami oleh suatu negara biasanya berupa masalah diskriminasi terhadap suatu kelompok yang karakteristiknya berbeda dengan kelompok yang lebih dominan. Jepang yang selama ini dikenal memiliki tipe masyarakat yang homogen ternyata apabila dilihat secara seksama, masyarakat Jepang merupakan masyarakat yang multikultur. Dalam hal ini, Jepang juga memiliki beberapa kelompok minoritas, salah satunya adalah Burakumin. Masalah minoritas berupa diskriminasi pun dialami oleh Jepang dengan pihak yang didiskriminasi adalah kelompok minoritas Burakumin. Burakumin yang bukan merupakan suatu kelompok etnis, dalam artian memiliki jenis ras yang sama dengan mayoritas penduduk Jepang lainnya, mengalami diskriminasi karena mitos yang berlaku akibat penggabungan ajaran Shinto dan Buddha. Diskriminasi yang dialami oleh Burakumin menyebabkan Burakumin terus hidup dalam kemiskinan dan kehidupannya termarjinalkan dari masyarakat luas. Oleh karena perjuangan dari organisasi yang didirikan oleh para Burakumin yang bernama Buraku Liberation League (BLL), Pemerintah Jepang memperhatikan masalah minoritas berupa diskriminasi yang dialami Burakumin. Special Legislature Measure, yang dijalankan sejak pada tahun 1969 oleh pemerintah Jepang sebagai kebijakan pemerintah, membuahkan hasil yang efektif dengan membuat kehidupan Burakumin berangsur membaik. Kata Kunci: Minoritas, Jepang, Diskriminasi, Burakumin, Kebijakan Pemerintah, Buraku Liberation League
Kata Kunci : Etnisitas Jepang