Laporkan Masalah

Strategi Survival Industri Rumah Tangga Peuyeum Bendul Pasca Pembangunan Jalan Tol Cipularang

AMEGIA, Ayu, Ayu Amegia

2007 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)

Usaha Industri Rumah Tangga Peuyeum Bendul adalah salah satu usaha yang sudah lama ditekuni oleh masyarakat di Kecamatan Sukatani, khususnya di Desa Sukatani. Usaha Peuyeum Bendul sebagian besar merupakan usaha turun-temurun. Dalam perkembangannya, usaha ini tidak terlepas dari berbagai persoalan baik internal maupun eksternal. Salah satu masalah timbul pada saat pembangunan jalan tol Cipularang yang mulai digunakan pada April Tahun 2005. Hal ini berdampak terhadap penjualan Peuyeum Bendul, dimana konsumen Peuyeum Bendul merupakan pengguna jalan yang melalui jalur arteri Purwakarta- Bandung. Pada saat dibukanya jalan tol Cipularang, pengguna jalan lebih memilih jalan tol dibandingkan jalur arteri Purwakarta-Bandung. Akibatnya, omset penjualan kios-kios yang ada di sentra penjualan peuyeum Bendul dan di jalur Sadang-Cibungur menurun drastis. Sehingga hal ini sangat berpengaruh terhadap income pengusaha dan pekerja dalam Industri Rumah Tangga Peuyeum Bendul yang pendapatannya sampai menurun 70 persen setelah pembangunan jalan tol Cipularang. Dengan kondisi tersebut, maka sangat diperlukan beberapa strategi bagi pengusaha Industri Rumah Tangga Peuyeum Bendul agar dapat mempertahankan kelangsungan usahanya guna memenuhi segala kebutuhan hidup. Fokus kajian dalam penelitian ini adalah mengenai Strategi Survival Industri Rumah Tangga Peuyeum Bendul Pasca Pembangunan Jalan Tol Cipularang di Desa Sukatani, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta. Strategi-strategi yang dilakukan oleh para pengusaha peuyeum Bendul untuk mempertahankan usahanya ini pada dasarnya dilatar belakangi oleh adanya tuntutan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang merupakan dambaan bagi setiap insan di dunia agar senantiasa sejahtera lahir dan batin,karena usaha ini telah mampu memberikan pandapatan dan meningkatkan taraf hidup masyarakatnya. Sesuai dengan persoalan diatas, maka teori yang menjelaskan fenomena ini adalah teori aksi. Dimana para pengusaha peuyeum Bendul melakukan strategi dengan tujuan mempertahankan usahanya yang terpuruk setelah pembangunan jalan tol Cipularang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data-data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi dan wawancara terhadap 10 pengusaha dalam Industri Rumah Tangga Peuyeum Bendul dan beberapa informan yang terdiri dari 2 orang pemilik kios peuyeum Bendul di Desa Sukatani, 2 orang pemilik lahan singkong yang tergusur oleh pembangunan jalan tol Cipularang, 2 orang aparat pemerintahan Desa dan 2 orang dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Purwakarta. Selain itu, penulis juga melakukan wawancara untuk triangulasi kepada 10 orang pekerja dalam Industri Rumah Tangga Peuyeum Bendul. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa strategi-strategi yang dilakukan para pengusaha dalam Industri Rumah Tangga Peuyeum Bendul agar dapat mempertahankan kela ngsungan usahanya antara lain: Strategi memperluas daerah pemasaran yang baru, Strategi mencari bahan baku ke luar daerah Puwakarta dan Strategi untuk menambah permodalan. Strategi ini merupakan cara yang dipilih dan dilakukan sebagai langkah terbaik dalam menghadapi persoalan yang sedang menyelimuti usahanya. Dengan demikian, para pengusaha mampu mempertahankan usaha Industri Rumah Tangga Peuyeum Bendul sehingga baik pengusaha maupun pekerjanya dapat bertahan dalam hidupnya.

Kata Kunci : Strategi; Pekerja Industri Rumah Tangga


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.