Laporkan Masalah

Fenomena Kelahiran Laskar Partai persatuan Pembangunan Pasca Reformasi (Studi Kasus Gerakan Militan Ka’bah Di Kabupaten Sleman)

SASSMARTHA, Dhanang Arief, Dhanang Arief Sassmartha

2007 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)

Reformasi pada 1998 di negara kita telah menghadirkan banyak kelompok paramiliter yang inheren dengan kekerasan dengan berbagai bentuk dan label. Sesungguhnya, hal itu merupakan fenomena lanjutan dari masa lalu yang hadir dalam konteks kekinian. Kelompok paramiliter itu merupakan instrumen kekuatan sosial dan politik. Oleh karena itu, keberadaannya merupakan bentukan dari partai politik, elit partai, atau kadernya baik secara terang-terangan atau dibalik layar. GMK (Gerakan Militan Kakbah) merupakan kelompok paramiliter dalam bentuk “Laskar” yang kelahirannya dibentuk oleh kader PPP dan didukung oleh elit partai tersebut. Laskar GMK sering mengundang reaksi publik di Kabupaten Sleman sebab gerakannya kadang tidak kenal kompromi yang mengakibatkan terjadinya kekerasan fisik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sebab dan faktor kemunculan laskar GMK. Dengan kata lain, penelitian ini berusaha untuk memperoleh data tentang motif-motif dan faktor-faktornya yang mendorong kader dan elit DPC PPP Kabupaten Sleman dalam mendirikan laskar tersebut. Secara khusus, penelitian ini juga untuk mengetahui peran laskar tersebut dalam kancah sosial politik dan di internal PPP Kabupaten Sleman. Sejauh manakah peran yang dimainkan laskar GMK dalam rangka memajukan PPP. Keuntungan apa saja yang diperoleh PPP dengan keberadaan laskar tersebut. Sebaliknya, apa saja yang diperoleh laskar GMK dengan tetap loyal kepada PPP. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-analitis, yaitu menggambarkan, melukiskan keadaan, dan mengeksplorasi berbagai gejala yang didapat dari pengumpulan data-data laskar GMK. Data yang terkumpul melalui wawancara, observasi, penggalian dokumentasi/arsip dan studi kepustakaan dianalisa secara kualitatif dengan pendekatan interpretatif. Akan tetapi, data yang terkumpul tersebut kemudian ditafsirkan, dipelajari, dan dimengerti dengan kerangka simbiosis mutualisme. Penelitian ini dengan demikian dimaksudkan untuk menggali, menjelaskan, dan menganalisa keterangan-keterangan yang berkaitan dengan laskar tersebut hubungannya dengan PPP. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendirian laskar GMK dilatarbelakangi oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal dalam bentuk kepentingan politik yang disertai motif-motif pencapaian status sosial elit GMK dan motif ekonomi dengan adanya faktor eksternal sebagai faktor pendukung. Faktor eksternal itu berupa konteks sosial politik dan ekonomi yang sedang krisis, reformasi paket UU Politik, peranan ABRI/TNI yang semakin berkurang dalam masyarakat, eksistensi hukum serta perangkatnya yang tidak berperan dalam masyarakat, serta ketidakpercayaan masyarakat terhadap aparat keamanan. Selain itu juga adanya faktor budaya militeristik yang telah mengakar dan pemerintah yang sering memaksakan kehendak dengan menggunakan bahasa kekuasaan dalam menyelesaikan persoalan. Laskar GMK di PPP memiliki peran ganda, yaitu sebagai kelompok kepentingan (group interest) dan sebagai kelompok penekan (group pressure) di dunia sosial politik internal partai maupun dalam kancah perpolitikan Kabupaten Sleman. Peran ganda itu terfokus dalam keselarasan logika operasional yang merujuk kepada pola dukungan dan kemajuan PPP. Akan tetapi, dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa adanya GMK juga membawa implikasi perpecahan di internal partai dan juga tidak membuat citra PPP semakin baik. Sebaliknya, PPP sebagai partai Islam justru semakin pudar.

Kata Kunci : Partai Politik; PPP; Laskar


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.