Kegagalan Bali Process dalam Penyelesaian Permasalahan Penyelundupan Pencari Suaka ke Australia(2002-2014)
FOLIA, Rosa Longi, Samsu Rizal Panggabean
2014 | Tesis | Ilmu Hubungan InternasionalAbstrak Terjadi pergeseran paradigma dalam konteks irregular migration yang melibatkan aktor-aktor seperti negara, jaringan penyelundup manusia, dan manusia yang diselundupkan itu sendiri. Sekuritisasi migrasi menjadi salah satu alasan mengapa negara memperketat perbatasan dan kontrol imigrasi, menyebabkan para pencari suaka harus menggunakan jasa penyelundup manusia. Negara yang merasa kedaulatannya terancam memutuskan tidak bisa menyelesaikan persoalan ini sendiri dan memilih kerjasama regional. Bali Process menjadi salah satu fenomena dalam sejarah regional consultative process (RCP) karena jumlah anggota yang banyak, kondisi domestik masing-masing anggota yang beragam, dengan satu negara besar, Australia, yang menjadi tujuan para pencari suaka. Bali Process juga menjadi sorotan karena setelah duabelas tahun berdiri gagal mencapai apa yang telah disepakati. Terlebih lagi dengan usaha Australia untuk menyetir Bali Process sesuai kepentingannya, bahkan kini secara unilateral menjalankan Operation Sovereign Borders yang melenceng dari Bali Process. Sebagai Co-Chair, Australia memiliki peran dan tanggungjawab besar dalam mengarahkan Bali Process, namun harus melalui konsultasi dengan Indonesia yang juga sebagai Co-Chair. Keduanya juga perlu memfasilitasi komunikasi intens melalui pertemuan-pertemuan tingkat tinggi dengan seluruh anggota sebagai bentuk komitmen mencapai tujuan Bali Process. Namun, ketiadaan pertemuan tingkat tinggi selama empat tahun berturut-turut berkontribusi terhadap kegagalan Bali Process dimana ketiadaan pertemuan tersebut akibat dari kesengajaan. Penelitian ini juga menyoroti bagaimana Bali Process yang terlalu teknis di suatu masa dan terlalu politis di masa berikutnya justru berpotensi membuatnya mengalami disintegrasi. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana sekuritisasi migrasi kemudian justru mengancam hak para pencari suaka yang dijamin Hukum Kebiasaan Internasional dan Konvensi Pengungsi 1951 dan membahayakan nyawa mereka. Kata kunci: Bali Process, regional consultative process, penyelundupan pencari suaka, Operation Sovereign Borders, Indonesia-Australia
Kata Kunci : Hukum Internasional, Suaka - Australia