Laporkan Masalah

KETIDAKMANFAATAN PROGRAM BANTUAN DANA PENYANGGA MUSIM UTARA DI NATUNA (Studi Tentang Ketidakmanfaatan Kebijakan Disperindag Kabupaten Natuna Dalam Mengantisipasi Krisis Harga Akibat Kelangkaan Sembako

WIDYAWATI, Susetiawan

2009 | Tesis | Sosiologi

Februari akan mengalami musim utara ini dengan ditandai hujan dan angin dengan kecepatan angin sebesar 20 s/d 25 knot dan air gelombang laut Natuna setinggi 3 s/d 5 meter. Pada musim ini warga masyarakat di Kabupaten Natuna dibebani dengan krisis tingginya harga kebutuhan pokok atau sembako karena kelangakaan barang memicu kenaikan harga berlipat ganda. Disperindag merupakan Institusi Negara yang diberi tugas dan wewenang untuk mengatur perkonomian masyarakat melalui dukungan dan pengawasan terhadap bidang industri dan perdagangan. Pemerintah Kabupaten Natuna melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (DISPERINDAG) kemudian mengeluarkan suatu kebijakan yaitu Program Bantuan Dana Penyangga untuk menstabilkan harga jual kebutuhan pokok yang berlaku untuk masyarakat. Namun pada tahun 2008 dan 2009 program bantuan dana penyangga musim utara ditiadakan karena dinilai tidak ada manfaatnya bagi masyarakat, tetapi tidak ada program pengganti bantuan dana penyangga musim utara yang dianggap mampu menanggulangi krisis harga / kelangkaan barang di musim utara. Masyarakat harus berkutat melawan harga yang fluktuatif di atas batas wajar. fenomena ini merupakan realita empiris yang nyata dan rutin setiap tahun menghantui masyarakat kabupaten Natuna secara menyeluruh. Penelitian mencari tahu apa penyebab ketidakmanfaatan / kegagalan program bantuan dana penyangga tahun 2007 yang dikeluarkan Disperindag Kabupaten Natuna untuk menanggulangi krisis mahalnya harga pada saat Musim Utara di Kabupaten Natuna. Pihak yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah: Disprindag Kabupaten Natuna, Perusahaan Daerah Kabupaten Natuna, Badan Usaha di wilayah Kabupaten Natuna, pemilik modal dan Masyarakat lokal di Wilayah Kabupaten Natuna. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi kasus yaitu melalui observasi, wawancara dan analisa dokumentasi. Peneliti memilih studi kasus karena program bantuan dana penyangga musim utara hanya dilakukan di natuna, program ini hanya berlangsung pada tahun 2007 selanjutnya program bantuan dana penyangga ditiadakan karena dinilai tidak ada manfaatnya bagi masyarakat Kabupaten Natuna. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program bantuan dana penyangga di Natuna tidak berjalan baik dan hasilnya kurang efekif. Dikarenakan tidak adanya pengawasan dalam pelaksanaan program, dan banyaknya terjadi kecurangan-kecurangan. Untuk itu penelti merekomendasikan beberapa hal, yaitu agar penyelenggara : (1). Melakukan upaya sosialisasi yang baik kepada masyarakat mengenai proses dan tujuan program dana penyangga ini; (2). Agar pelaksana program memberlakukan sistem kupon atau posko penjualan sembako murah di wilayah penerapan program dana penyangga di Natuna. Agar penjualan sembako murah dana penyangga tepat sasaran dan sampai ke masyarakat; (3). Agar penyelenggara melakukan survey dan memperhatikan aspek masyarakat mana yang seharusnya menerima manfaat program dana penyangga ini.(4). Agar DISPERINDAG dan Perusahaan Daerah dapat mengawasi dan mengontrol pelaksanaan program dana penyangga. Evaluasi dan pengawasan penting dilaksanakan agar dana penyangga dapat merata dan tepat sasaran.

Kata Kunci : Kebijakan Pemerintah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.