Laporkan Masalah

Peranan rhizobakteri osmotoleran terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans Poir) dalam cekaman kekeringan

DHIMAS JULIZAR, Prof. Ir. Triwibowo Yuwono, Ph.D.; Prof. Ir. Irfan Dwidya Prijambada, M.Eng., Ph.D.

2017 | Skripsi | S1 MIKROBIOLOGI PERTANIAN

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peranan rhizobakteri osmotoleran Al-19 terhadap pertumbuhan dan hasil kangkung darat (Ipomoea reptans Poir) dalam cekaman kekeringan. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap, terdiri atas 4 faktor yakni inokulasi rizobakteri osmotoleran Al-19, lama kekeringan, jenis tanah, dan sterilisasi tanah. Hasil penelitian menunjukkan rhizobakteri osmotoleran Al-19 meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung darat dalam cekaman kekeringan. Rhizobakteri osmotoleran Al-19 meningkatkan berat kering akar (46,7%), berat kering daun (19,2%), berat kering batang (16,3%), tinggi tajuk (30,5%), jumlah daun (12,7%), luas daun (21,3%), panjang akar (12,6%), rasio akar/tajuk (21,1%), dan produktivitas (17,1%) kangkung darat dibandingkan kontrol. Populasi rhizobakteri osmotoleran Al-19 menunjukkan penurunan setelah inokulasi (2,96x105 CFU/gram tanah) tetapi kemudian mengalami peningkatan seiring puncak pertumbuhan vegetatif tanaman (7,41x105 CFU/gram tanah). Rhizobakteri osmotoleran Al-19 menunjukkan ketahanan terhadap berbagai periode kekeringan. Selain itu juga didapati tanah pasir pantai non-budidaya memberikan faktor lingkungan yang sesuai sehingga memberikan populasi mikroba lebih tinggi dibandingkan tanah pasir pantai budidaya.

This study was conducted to determine the role of osmotolerant rhizobacteria Al-19 on the growth and yield of Ipomoea reptans Poir under drought stress. The study was conducted using a completely randomized design consisting of 4 factors, i.e. inoculation of osmotolerant rhizobakteri Al-19, drought periode, soil type, and soil sterilisation. The results showed that osmotolerant rhizobacteria Al-19 increased the growth and yield of I. reptans Poir under drought stress. Osmotolerant rhizobacteria Al-19 increased root dry weight (46,7%), leaf dry weight (19,2%), stem dry weight (16,3%), plant height (30,5%), leaf number (12,7 %), leaf area (21,3%), root length (12,6%), root/shoot ratio (21,1%), and productivity (17,1%) of I. reptans Poir compared to control. The population of osmotolerant rhizobacteria Al-19 decreased following inoculation (2,96x105 CFU/gram of soil) but increased accordingly following plant vegetative growth (7,41x105 CFU/gram of soil). Osmotolerant rhizobacteria Al-19 demonstrated resistance to various periods of drought. It was also observed that the uncultivated coastal sandy soil provides suitable environmental factors leading to higher microbial population than in the cultivated sandy soil.

Kata Kunci : tanah pasir pantai, cekaman kekeringan, Ipomoea reptans Poir, rhizobakteri osmotoleran Al-19

  1. S1-2017-283224-abstract.pdf  
  2. S1-2017-283224-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-283224-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-283224-title.pdf