Laporkan Masalah

ARTIKULASI PEMILIH MUDA DALAM RANAH POLITIK PEMILUKADA DI KOTA BIMA 2013

HENDRA, Prof. Dr. Sunyoto Usman, M.A.

2017 | Tesis | S2 Sosiologi

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil pemilih muda di Kecamatan Mpunda Kota Bima 2013, untuk mengetahui afiliasi partai politik dan pilihan politik pemilih muda dalam pemilukada Kota Bima 2013, dan untuk mengetahui artikulasi politik pemilih muda dalam pemilukada Kota Bima 2013. Lokasi penelitian berada di Kecamatan Mpunda Kota Bima. Dalam penelitian ini pemuda dikonsepsikan sebagai kalangan yang berusia antara 19-39 tahun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif dengan dasar penelitian lapangan serta membuat deskripsi, gambaran secara sistematis, faktual dan akurat dengan dukungan data tentang pilihan pemuda. Kerangka analisis yang dipergunakan berasal dari teori strukturasi: habitus dan kapital/modal dalam strategi kekuasaan sebagaimana diungkapkan oleh Pierre Bourdieu. Membagi modal ke dalam empat bagian besar yaitu modal ekonomi, modal kultural, modal sosial dan modal simbolik. Adapun instrumen utama dalam pengumpulan data dilapangan dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa artikulasi pemilih muda dalam ranah politik pemilukada ditentukan oleh 2 (dua) pola yaitu Pertama, kandidat dan partai politik cederung memobilisasi massa dengan cara berkampanye dan sekaligus pemberian materi baik berupa uang maupun barang. Terjalinnya komunikasi politik antara kandidat dengan pemuda. Adanya dil-dil politik antara kandidat dengan pemuda. Kedua, struktur organisasi pemuda dengan mengajak seluruh pemuda untuk mendukung kandidat tertentu. Kuatnya ikatan emosional yang terjalin antara organisasi pemuda dengan pemuda lainnya. Ditemukan juga oleh peneliti, adanya pengaruh kedua jaringan sosial tersebut melalui struktur organisasi pemuda dan kebiasaan partai politik terjadi perbedaan pengaruh antara pemuda yang aktif dalam organisasi pemuda dengan partai politik yang kurang bersosialisasi tentang visi, misi kandidat. Kata kunci : pemilih muda, partai politik, modal dan pemilukada.

ABSTRACT The aims of this research to identify the profile of young voters in District Mpunda Bima City in 2013, to know the political party affiliation and political choice of young voters in the election Bima City in 2013, and to know the political articulation of young voters in the election of 2013. The research location Bima City in the District Mpunda Bima City. In this research, conceived as among the youth aged between 19-39 years old. This research uses qualitative research methods as a research procedure that produces descriptive data on the basis of field research and create a description, systematically describe, factual and accurate with support for data about youth selection. The analytical framework which is used to derive from structuration theory: habitués and capital / modal in the strategy of power as expressed by Pierre Bourdieu. Capital is divided into four major parts namely, the economic capital, cultural capital, social capital and symbolic capital. The main instrument in data collection is done through observation, interviews, and documentation. These results indicate that the articulation of young voters in the political sphere the election is determined by 2 (two) systems, namely First, candidates and political parties tended to mobilize the masses by way of campaigning and also given some material in the form of money or goods. Establishment of political communication between the candidates with the youth. Political agreement existence among the candidates with the youth. Second, the structure of youth organizations to encourage all young people to support a particular candidate. The strong emotional bond that exists between youth organizations with other youths. It was also found by the researchers, the influence of both social networks through the structure and habits of youth organizations of political parties there was a difference between the influences of the youth who are active in youth organizations with a political party that is less socially about vision and mission of candidates. Keywords: young voters, political parties, capital and general election.

Kata Kunci : Kata kunci : pemilih muda, partai politik, modal dan pemilukada.