PROFIL KORTISOL, TRIIODOTIRONIN (T3) DAN TIROKSIN (T4) SAPI BALI BIBIT YANG DITRANSPORTASIKAN SELAMA 120 JAM VIA KAPAL KAYU DARI SUMBAWA KE PONTIANAK
NICHLAH RIFQIYAH, Prof. Dr. drh. Pudji Astuti, M.P. ; Dr. drh. Irkham Widiyono
2017 | Tesis | S2 Sain VeterinerTransportasi ternak menggunakan kapal kayu sangat sering digunakan dalam memenuhi permintaan sapi Bali antar pulau. Transportasi ternak yang diatur dalam Office Internationale Epizooticae (OIE) dan Internatinal Air Transport Association (IATA) sangat rentan terhadap stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil hormon kortisol, T3 dan T4. Sampel yang digunakan adalah 5 ekor sapi Bali betina bibit dengan umur 1-2 tahun yang ditransportasikan dari Sumbawa ke Pontianak selama 120 jam menggunakan kapal kayu 99 GT, dua lantai dengan kapasitas pengangkutan 300-400 ekor. Pengambilan sampel dilakukan pada empat tahap utama yaitu hari ke-8 sebelum transportasi di Instalasi Karantina Hewan (IKH) Sumbawa, loading, sandar, dan delapan jam di IKH Pontianak dan diuji menggunakan metode Enzym Linked Immunosorbent Assay (ELISA) untuk pemeriksaan kortisol, T3 dan T4. Hasil pemeriksaan didapatkan rerata konsentrasi kortisol sebelum transportasi, saat loading, saat sandar dan sesudah transportasi secara berturut-turut adalah 99,51±73,80 ng/ml, 142,67±97,24 ng/ml, 84,46±41,30 ng/ml, 80,01±68 ng/ml. Rerata konsentrasi T3 sebelum transportasi, saat loading, saat sandar dan sesudah transportasi secara berturut-turut adalah 1,58±1,04 ng/ml, 2,46±0,72 ng/ml, 1,73±0,47 ng/ml, 1,91±0,45 ng/ml. Rerata konsentrasi T4 sebelum transportasi, saat loading, saat sandar dan sesudah transportasi secara berturut-turut adalah 232,05±83,57 ng/ml, 269,44±72,79 ng/ml, 205,55±118,96 ng/ml, 228,17±116,51 ng/ml. Hasil menunjukkan transportasi sapi Bali betina selama 120 jam dari Sumbawa ke Pontianak menggunakan kapal kayu terhadap profil hormon kortisol, triiodotironin (T3) dan tiroksin (T4) menunjukkan hasil yang fluktuatif namun secara statistik tidak menunjukkan perubahan yang signifikan (p>0,05). Pengangkutan dengan transportasi kapal kayu masih memenuhi kaidah animal welfare ditinjau dari profil hormon kortisol.
Transportation of livestock using wooden vessels is frequently used in meeting the demand of another Province on Bali cattle. Cattle transportation arranged in the Office Internationale Epizooticae (OIE) and the Internatinal Air Transport Association (IATA) is highly susceptible to stress. This study aims to determine the profile of hormones cortisol, T3 and T4. The samples used were 5 Balinese cattle with 1-2 year old that were transported from Sumbawa to Pontianak for 120 hours using 99 GT wooden boats, two floors with a transport capacity of 300-400. Sampling was conducted on four main stages, at the 8th day before transportation at Sumbawa Animal Quarantine Installation (IKH), loading, docking, and eight hours at IKH Pontianak and tested using Enzym Linked Immunosorbent Assay (ELISA) method for cortisol, T3 and T4. The results showed that the average concentration of cortisol before transport, when loading, when docked and after transportation were 99.51 ± 73.80 ng/ml, 142.67 ± 97.24 ng/ml, 84.46 ± 41, 30 ng/ml, 80.01 ± 68 ng/ml. The average T3 concentration before transport, when loading, when docked and after transport were 1.58 ± 1.04 ng/l, 2.46 ± 0.72 ng/ml, 1.73 ± 0.47 ng/ml, 1.91 ± 0.45 ng/ml. The mean of T4 concentration before transport, during loading, when docked and after transport were 232,05 ± 83.57 ng/ml, 269.44 ± 72.79 ng/ml, 205.55 ± 118.96 ng/ml, 228.17 ± 116.51 ng/ml. The results showed the transportation of female Balinese cows for 120 hours from Sumbawa to Pontianak using traditional vessels on the hormone profile of cortisol, triiodothyronine (T3) and thyroxine (T4) showed fluctuating results but statistically did not show significant change (p>0.05). Transportation by traditional vessel transportation still aplly animal welfare rules in terms of cortisol hormone profile.
Kata Kunci : Sapi Bali bibit, transportasi, kapal kayu, kortisol, T3, T4