Laporkan Masalah

EVALUASI PENGGUNAAN FITOBIOTIK GREEN-FEED ADDITIVES: EFEK PADA KUALITAS FISIK DAGING AYAM BROILER

SYAIFUL MUJIB, Nanung Danar Dono, S.Pt., M.P., Ph.D. ; Ir. Edi Suryanto, M.Sc., Ph.D.

2017 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan tepung rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dan jahe merah (Zingiber officinale Rosc.) sebagai fitobiotik green-feed additives dengan menggunakan kualitas fisik daging ayam broiler sebagai respon kriteria yang diamati. Penelitian ini menggunakan 180 ekor day old chick (DOC) broiler jantan strain New Lohman (MB 202 Platinum). Ayam diberi 5 perlakuan pakan: T1 (kontrol)= ransum basal tanpa penambahan fitobiotik, T2= ransum basal + 0,5% tepung rimpang temulawak (RT) + 0,75% tepung rimpang jahe merah (RJ), T3= ransum basal + 1,0% RT + 0,75% RJ, T4= ransum basal + 0,5% RT + 1,5% RJ, dan T5= ransum basal + 1,0% RT + 1,5% RJ. Ayam dipelihara pada kandang ayam sistem terbuka. Pada umur 35 hari, satu ekor ayam dengan bobot badan mendekati median dari tiap kelompok kandang replikasi dipilih, kemudian disembelih dengan pisau yang sangat tajam mengacu pada Syariat Islam. Data berupa daya ikat air, susut masak, pH, dan keempukan daging selanjutnya dikumpulkan dan dianalisis statistik menggunakan analisis variansi Randomized Complete Block Design dengan pola searah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung rimpang temulawak dan jahe merah dengan dosis sampai 1,5% dalam pakan tidak mempengaruhi daya ikat air, nilai pH, susut masak, dan keempukan daging ayam broiler umur 35 hari. Dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung rimpang temulawak dan jahe merah dengan dosis rendah dalam pakan tidak mempengaruhi kualitas fisik daging ayam broiler yang dipelihara pada kandang sistem terbuka.

Current research was aimed to evaluate the use of phytobiotic white turmeric (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) and red ginger (Zingiber officinale Rosc.) in the diets and its effect on meat physical quality in broiler chicken. One hundred and eighty day old male New Lohmann (MB 202 Platinum) broiler chickens were used in this study. The chickens were given one of 5 feeding treatments, i.e.: T1= basal diet (control) without phytobiotic supplementation, T2= basal diet + 0.5% RT + 0.75% RJ, T3= basal diet + 1.0% RT + 0.75% RJ, T4= basal diet + 0.5% RT + 1.5% RJ, and T5= basal diet + 1.0% RT + 1.5% RJ. The birds were kept in an opened house system of poultry shed. On days 35, one bird with body weight closed to the median of the replicate pen were chosen and slaughtered using very sharp blade according to the method of Islamic Syariah. The data of meat physical quality were then being collected and statistically analysed by Randomized Completely Block Design. Results of this research showed that diet suplemention with white turmeric and red ginger rhizome meal did not give any significant effect on meat water holding capacity, pH values, cooking loss, and tenderness of 35 days old broiler chicken. It can be concluded that addition of low dosages white turmeric and red ginger rhizome meal in the diets did not influence meat physical quality when broiler chickens were kept in opened system of poultry house.

Kata Kunci : Ayam broiler, Fitobiotik green-feed additives, Jahe merah, Temulawak, Kualitas fisik daging