Laporkan Masalah

SEKOLAH SWASTA SEBAGAI INTERMEDIARY GROUP DALAM PRAKTIK PENDIDIKAN DI KOTA PEKALONGAN 1900-1942

DUWI ASRI SURYANINGSIH, Dr. Agus Suwignyo, M.A.

2017 | Tesis | S2 Ilmu Sejarah

Tesis ini mengkaji sejarah pendidikan tingkat lokal khusunya sekolah swasta yang perkembangannya didasarkan atas kebutuhan masyarakat Kota Pekalongan. Tulisan ini dilatarbelakangi oleh adanya ketidakmampuan masyarakat Kota Pekalongan secara luas untuk mengakses pendidikan. Pendidikan yang menjadi tanggung jawab pemerintah dalam penyelenggaraannya hanya dapat dinikmati oleh sebagian masyarakat. Kenyataannya, perluasan pendidikan yang digagas pemerintah dalam politik etis pada awal abad ke-20 tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Pekalongan. Penelitian ini menemukan enam hal, pertama, pola perekonomian masyarakat yang terbentuk dari adanya proses produksi dan konsumsi juga turut membentuk karakteristik dan melatarbelakangi berkembangnya kebutuhan masyakarat kota Pekalongan. Kedua, Penggolongan masyarakat kota dalam perkampungan berdasarkan tempat asal menumbuhkan rasa solidaritas dan kesadaran kelompok yang tinggi. Ketiga, Kesadaran kelompok yang diwujudkan dalam perkumpulan kemudian berusaha untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan pendidikan. Dalam bagian ini, perkumpulan menempatkan diri sebagai wakil masyarakat. Keempat, sekolah swasta merupakan bentuk dari kontribusi masyarakat Kota Pekalongan dalam menjawab kebutuhan akan pendidikan. Sementara itu, negara mempunyai fungsi sebagai pendukung keberadaan sekolah swasta di Pekalongan. Kelima, Bantuan dalam bentuk finansial dan sarana pendukung lainnya merupakan bentuk dukungan dari berbagai pihak terhadap sekolah swasta di Pekalongan. Keenam, Pengakuan dari pemerintah atas sekolah swasta juga turut memperjelas posisi sekolah sekolah swasta sebagai mediator antara pemerintah dan kebutuhan pendidikan masyarakat. Kata Kunci: Sekolah Swasta, Perantara, masyarakat Kota Pekalongan.

This thesis studies on the history of education in private schools, especially at the local level whose development is based on community needs in Pekalongan. This thesis is motivated by the widespread inability of people in Pekalongan to access education. Education is the responsibility of the government which its implementation can only be accessed by some people. In fact, the expansion of education initiated by the government in ethical politics in the early 20th century was not able to meet the needs people in Pekalongan. The findings of this study, first, the pattern of economic societies formed their production processes and consumption also helped shape the characteristics and background of the evolving needs of society in Pekalongan. Second, the society in these settlements based on place of origin, which fosters a high sense of solidarity and group consciousness. Third, the group consciousness embodied in associations, then attempts to answer the educational need of the community. In this part, the associations are representative of Pekalongan society. Fourth, private schools is a form of public contribution to Pekalongan, answering need of education. While the state has a function to support the existence of private schools in Pekalongan. Fifth, Contributions in the form of financial and others are supports which came from society of Pekalongan. Lastly, recognition of the government for private school were also an important part of private school to act as a mediator between the government and the educational needs of the community. Key Words: Private School, Intermediary, Society of Pekalongan.

Kata Kunci : Sekolah Swasta, Perantara, masyarakat Kota Pekalongan.