Laporkan Masalah

Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi udang windu di PT Windu Rama Lestari Nusa Tenggara Barat

POERWOSOEDIRO, Bambang Irawan, Dr.Ir. Irham, MSc

2002 | Tesis | S2 Magister Manajemen Agribisnis

Keberhasilan usaha budidaya udang tambak pada umumnya ditentukan faktor manajemen. Beberapa faktor lain seperti pemilihan lokasi yang kurang tepat, tenaga kerja yang kurang terampil dan fisika-kimia air serta biologis seperti kualitas air, mikro algae yang bermanfaat bagi kehidupan udang belum sepenuhnya diperhatikan. Peubah penting yang harus diperhatikan dalam usaha budidaya udang adalah unsur makro dan mikro terlarut, oksigen terlarut, kadar garam, suhu, warna air, pH serta senyawa beracun yang terlarut. Selain itu faktor kualitas dan kuantitas pakan serta mutu dan jumlah penebaran benur harus mendapat perhatian utama. Pakan merupakan yang sangat penting dalam budidaya udang intensif. Pemberian pakan bermutu dan tepat sangat menunjang keberhasilan produksi, sebaliknya pengelolaan pakan udang yang kurang baik akan menimbulkan berbagai penyakt dan berakibat menurunnya laju pertumbuhan serta kematian. Penggunaan bahan kimia baik jenis maupun dosis yang kurang tepat turut pula mempengaruhi kegagalan usaha budidaya udang. Penggunaan pestisida untuk pemberantasan hama tambak disarankan untuk memilih/menggunakan bahan yang bersifat efektif tidak persisten dalam air dan tanah tambak, tidak akumulatif dalam organ tubuh jasad hidup serta aman bagi lingkungan perairan.

A success in shrimp cultivation is generally emphasized on the management factor. Several other factors such as iocation selection, unskilled labor, the quality of , the water, and micro-algae useful for the life of shrimp are not particularly noticed. Some important factors needed in shrimp cultivation are macro and micro soluble substance, solvent oxygen, level of salinity, temperature, the color of water, acidity (pH) and a poison suction like ammonia and sulfur acid. Biside the factors mentioned above, the quality and quantity of woof including the quality and quantity of woof spreading would be the next priority. Woof is the most important factor of anintensive shrimp cultivation . The right and quality woof would be very suppodive to the success of production. On the other hand, insufficiency of woof management would cause the decrease of growth. The use of chemical substance in type or dosage can also make a failure of shrimp cultivation. The use of pestiside to control damp pesting is suggested as long as it's effective and not persistent in water or land, not accumulative in human organ, and safe for the environment

Kata Kunci : Produksi Udang Windu,Manajemen Agribisnis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.