Milisi Tradisi dan Kebangkitan Konservatisme Yogyakarta (Melacak Ekspresi Kelompok Konservatif Baru dalam Merespon Perubahan Sosial di Yogyakarta, Studi Kasus Paksi Katon)
FADEL BASRIANTO, Hasrul Hanif, S.I.P., M.A.
2016 | Skripsi | S1 ILMU PEMERINTAHAN (POLITIK DAN PEMERINTAHAN)Tulisan ini mempunyai tujuan sebagai berikut. Pertama, mendeskripsikan perubahan sosial yang tengah berlangsung di Yogyakarta. Kedua, mengkaji sejauh mana perubahan sosial tersebut berdampak pada kehidupan masyarakat lokal Yogyakarta. Ketiga, melihat respons kelompok konservatif Yogyakarta dalam menghadapi perubahan sosial tersebut. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari studi literatur dan wawancara mendalam dengan sekelompok masyarakat konservatif Yogyakarta yang melembagakan diri ke dalam organisasi bernama Paksi Katon. Selain itu juga melakukan wawancara dengan aparat pemerintahan, wartawan, dan tokoh masyarakat setempat. Temuan dalam studi ini sebagai berikut. Pertama, saat ini Yogyakarta sedang dihadapakan dengan perubahan sosial yang berupa komposisi masyarakat yang semakin multikultur dan adanya dorongan untuk mengubah relasi politik ke arah yang lebih demokratik dan egaliter. Kedua, perubahan sosial tersebut mendorong kemunculan kelompok masyarakat konservatif Yogyakarta ke permukaan dengan memanfaatkan kebijakan community policing di Yogyakarta. Ketiga, Paksi Katon merespons perubahan sosial tersebut dengan cara menjadi milisi tradisi. Mereka mengamankan acara-acara yang terkait dengan kebudayaan, menjaga ikon-ikon budaya Kota Yogyakarta, dan mendisiplinkan para pendatang yang tidak mau tunduk dengan nilai lokal.
This writing has these following goals. Firstly, describing the social changes that taking place in Yogyakarta. Secondly, assessing the impact of these social changes to Yogyakarta local community’s lives. Thirdly, observing responses of the conservatives in facing some social changes taking place in Yogyakarta. Methods used in this research are consist of literature study and in-depth interview with Yogyakarta conservatives community that institusionalize itself to this organization named Paksi Katon. Beside these methods, this research also conducted by interviewing stakeholders, journalists, and local elite figures. This research has some findings: firstly, nowadays Yogyakarta is facing social changes such as multicultural social constelation and encouragement in changing political relation towards democratic and egalitarian politics. Secondly, these social changes encourage the establishment of Yogyakarta conservative society and utilizing community policing policy in Yogyakarta. Thirdly, Paksi Katon responses these social changes by becoming milisi tradisi. They save cultural events, keep Yogyakarta cultural icons, discipline some nowecomers who do not obey the local value.
Kata Kunci : milisi tradisi, konservatisme, Yogyakarta, nilai tradisi, dan perubahan sosial.