GEOLOGI DAN ANALISA KOMPOSISI MAGNESIUM OKSIDA PADA BATUGAMPING DAERAH GUNEM DAN SEKITARNYA, KABUPATEN REMBANG, PROPINSI JAWA TENGAH SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP KUALITAS SEMEN PORTLAND
BIMA ILHAM RUBIONO, Dr. Ir. I Wayan Warmada
2016 | Skripsi | S1 TEKNIK GEOLOGIKebutuhan semen di Indonesia akan bertambah seiring meningkatnya jumlah populasi rakyat Indonesia. Kebutuhan batugamping sebagai bahan baku utama pun meningkat seiring dengan naiknya kebutuhan semen, oleh karena itu perlu ditemukan cadangan batugamping baru agar pasokan batugamping untuk industri semen tetap terjaga. Di pulau Jawa sendiri terdapat beberapa lokasi yang memiliki sumber daya alam yang memadai seperti daerah Rembang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi geologi dan kualitas semen di daerah Rembang serta kelayakannya sebagai bahan baku semen. Penelitian dilakukan dengan metode analisa sampel berupa komposisi dan kandungan kimianya. Metode yang digunakan adalah metode petrografi, XRF, dan Coring. Petrografi digunakan untuk mengetahui komposisi batuan melalui sayatan tipis, XRF digunakan untuk mengetahui komposisi kimia batuan, sedangkan coring digunakan untuk mengambil sampel dibawah permukaan serta mengetahui kedalam batugamping tersebut. Peneliti meintergrasi dan interpretasi data yang tersedia. Dari hasil ini didapatkan bahwa batugamping di daerah penelitian terdiri dari 3 jenis yaitu batugamping terumbu, Floatstone, dan Packestone. Berdasarkan kandungannya batugamping didaerah ini dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu batugamping kalsit (CaO) dan batugamping dolomit (MgO). Penelitian ini tertuju pada batugamping dengan kandungan MgO yang layak sebagai bahan baku semen. Dari hasil yang didapatkan, batugamping yang optimal untuk bahan baku semen memiliki kadar MgO 1-6%. Batugamping jenis ini banyak terdapat di bagian baratdaya dan timurlaut daerah penelitian.
Cement demand in Indonesia will increase with the number of Indonesian people population. The necessary of limestone as the main raw material also increases with the increase in demand for cement, therefore, need to find a new limestone reserves in order to supply limestone for the cement industry is maintained. In Java island itself, there are several locations that have adequate natural resources such as Rembang area. This study was conducted to determine the geological conditions and the quality of the cement in the area of Rembang and performance as a cement raw material. The study was conducted by the method of analysis of a sample of the composition and its chemical content. The method used is the method of petrographic, XRF, and coring. Petrographic used to determine the composition of rocks through the thin section, XRF is used to determine the chemical composition of rocks, while coring used to take samples below the surface and knowing into the limestone. Researchers meintergrasi and interpretation of the data provided. From these results it was found that the limestone in the study area consists of three types of limestone reefs, Floatstone, and Packestone. Based on abortion limestones of this area can be divided into two types, ie limestone calcite (CaO) and limestone dolomite (MgO). This study focused on limestone with MgO content feasible as cement raw materials. From the results obtained, the optimal limestone to produce cement has a MgO content of 1-6%. Limestones of this type are common in the southwestern and northeastern parts of the study area.
Kata Kunci : Semen, MgO (Magnesium Oksida), XRF (X-Ray Fluoresence), Batugamping