AKTIVITAS ANTIVIRUS EKSTRAK AIR Streptomyces sp. GMR22 TERHADAP VIRUS DENGUE SEROTIPE 1

Penulis

Riska Wulansari

Pembimbing: Dr. biol. hom. Nastiti Wijayanti, M.Si.


ABSTRACT: Streptomyces sp.is known to have the capability of producing secondary metabolite in large quantities, which can be used as vitamin, enzym, anti-cancer agent, antibiotics, and antivirus compound. Streptomyces sp. GMR22 obtained from stands of eucalyptus plants in Wanagama forest Yogyakarta. The purpose of this research is to determine the potency of Streptomyces sp. GMR22 water extract fraction secondary metabolite as antivirus for dengue virus. This research was included maintain isolates, fermentation, extraction, cytotoxicity assay (WST-1 assay) to determine CC50, dengue virus propagation, plaque assay to determine virus titer, and antivirus test. The test of antivirus was conducted by giving water extract Streptomyces sp. GMR22 with various concentrations below the value of CC50 in BHK-21 cells that have been infected by dengue virus. Antivirus activity was observed by Reverse Transcriptase-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) method.The ability of dengue virus inhibition results were analyzed by band quantification of RT-PCR using Image-J program. The results showed the viability of BHK-21 cells as a result of the water extract treatment GMR22 produce CC50 value of 460 õg/ ml. The results showed that a dose of 300 ug / ml of Streptomyces sp. GMR22 is able to suppress viral growth rate of up to ñ 90%.

INTISARI: Streptomyces sp. diketahui memiliki kemampuan memproduksi metabolit sekunder dalam jumlah besar, yang dapat digunakan sebagai vitamin, enzim, agen anti kanker, antibiotik, serta sebagai senyawa antivirus. Sampel penelitian ini adalah isolat Streptomyces sp. GMR22 yang berasal dari rizhosfer tegakan tanaman kayu putih di hutan Wanagama Yogyakarta. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui sitotoksisitas ekstrak air Streptomyces sp. GMR22 terhadap sel BHK-21 dan potensi sebagai antivirus terhadap virus dengue. Penelitian ini meliputi pemeliharaan isolat, fermentasi, ekstraksi, uji sitotoksisitas (WST-1 assay) untuk menentukan CC50, propagasi virus dengue, plaque assay untuk mengetahui titer virus,dan uji antivirus. Uji antivirus dengan memberikan perlakuan berupa pemberian ekstrak air Streptomyces sp. GMR22 dengan berbagai konsentrasi di bawah nilai CC50 pada kultur sel BHK-21 yang telah diinfeksi dengan virus dengue. Aktivitas antivirus diamati dengan metode Reverse Transcriptase-Polimerase Chain Reaction (RT-PCR). Kemampuan penghambatan virus dengue dianalisis secara semi kuantitatif berdasarkan pita yang terbentuk dari hasil RT-PCR dengan menggunakan program Image-J. Hasil penelitian menunjukkan viabilitas sel BHK-21 akibat perlakuan ekstrak air GMR22 menghasilkan nilai CC50 460 õg/ml. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air Streptomyces sp. GMR22 bersifat tidak toksik terhadap sel BHK-21 dan pada dosis 300 õg/ml mampu menekan laju pertumbuhan virus hingga ñ 90%.

Kata kunci Keywords : dengue fever, water extract, Streptomyces sp., antivirus
Program Studi S2 Biologi UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Tesis
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2016
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali