Analisis Pengaruh Peristiwa Meletusnya Gunung Kelud tanggal 13 Februari 2014 terhadap Pasar Modal di Indonesia

Penulis

M Yusuf Isnaini E

Pembimbing: Eddy Junarsin, S.E., M.B.A., Ph.D.


ABSTRACT: This study aims to test Indonesian capital marketâs reaction towards the volcanic eruption of Mount Kelud in February 13th, 2014. Samples used in this study are companies classified into PEFINDO25 and LQ45 indices during the event period. This study is conducted using two methods, event study and seemingly unrelated regression (SUR). Event study is used to test the significance of average abnormal return (AAR) and cumulative average abnormal return (CAAR) during the event period, and the difference between AAR before and after the event. SUR analysis is used to test the different reaction of the two indices. Eleven trading days are used as the event period, consists of five days before the event, the event day, and five days after the event. The estimation period of this study is 200 trading days before the event period. The data used in this study is the closing prices of the sample companies during the estimation and event period. Three models are used to estimate the expected return: market model, mean-adjusted model, and market-adjusted model. The study result shows that there are significant abnormal return and cumulative abnormal return during the event period in those two indices using all three models, but there is no significant difference found between the abnormal return before and after the event. The SUR analysis cannot be concluded as the event dummy variable doesnât show a significant value.

INTISARI: Penelitian ini bertujuan untuk menguji reaksi pasar modal Indonesia terhadap peristiwa meletusnya Gunung Kelud pada tanggal 13 Februari 2014. Sampel yang digunakan adalah perusahaan-perusahaan yang termasuk dalam indeks PEFINDO25 dan LQ45 selama periode peristiwa. Penelitian dilakukan dengan dua metode, yaitu metode studi peristiwa (event study) dan seemingly unrelated regression (SUR). Metode event study digunakan untuk menguji signifikansi average abnormal return (AAR) dan cumulative average abnormal return (CAAR) yang muncul selama periode peristiwa serta uji beda antara AAR sebelum dan sesudah peristiwa. Metode analisis SUR digunakan untuk mengetahui perbedaan reaksi yang muncul di kedua indeks tersebut. Penulis menggunakan sebelas hari bursa sebagai periode peristiwa, yaitu lima hari sebelum peristiwa, hari peristiwa, dan lima hari sesudah peristiwa. Periode estimasi yang digunakan adalah 200 hari bursa sebelum periode peristiwa. Data yang digunakan adalah harga penutupan saham perusahaan-perusahaan sampel selama periode estimasi dan periode peristiwa. Penelitian ini menggunakan tiga pendekatan dalam menentukan expected return, yaitu market model, mean-adjusted model, dan market-adjusted model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat AAR dan CAAR yang signifikan selama periode peristiwa untuk semua model pada kedua indeks, namun tidak ditemukan perbedaan nilai AAR yang signifikan antara periode sebelum dan sesudah peristiwa. Hasil analisis SUR tidak dapat disimpulkan karena dummy variable hari peristiwa tidak menunjukkan nilai yang signifikan.

Kata kunci studi peristiwa, seemingly unrelated regression (SUR), return taknormal, bencana alam, indeks PEFINDO25, indeks LQ45
Program Studi MANAJEMEN UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Skripsi
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2016
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali