JEMBATAN BETON BERTULANG BALOK T UNTUK PEJALAN KAKI

Penulis

Febe Wulaningtyas

Pembimbing: Dr. -Ing. Ir. Andreas Triwiyono


Pergerakan masyarakat di daerah terpencil sangat terbatas karena dibatasi oleh sungai, lembah, atau jurang. Jembatan diperlukan untuk dapat menunjang aktivitas masyarakat terutama untuk anak sekolah, pedagang, peternak. Jika berlaku beban dan lebar yang sama, tidak perlu dilakukan perancangan untuk tiap kasus, hanya diperlukan pedoman untuk bentang tertentu. Tujuan dari tugas akhir ini adalah perancangan untuk bentang tertentu agar diperoleh jembatan yang optimum namun tetap memenuhi syarat kekuatan dan lendutan, serta harga yang paling murah. Jenis jembatan dalam perancangan ini berupa beton bertulang balok T khusus pejalan kaki. Variasi bentang yaitu 7 meter, 10 meter, 14 meter, dan 18 meter, dengan lebar 1,4 meter dan 1,8 meter, mutu beton 17,5 MPa, 20 MPa, dan 25 MPa, serta mutu baja 400 MPa. Dimensi awal perancangan sesuai dengan standar Manual Perencanaan Beton Bertulang untuk Jembatan (2008), dilakukan trial untuk dimensi balok serta jumlah tulangan, besar lendutan dan harga. Dipertimbangkan harga paling murah antara perubahan dimensi balok atau perubahan jumlah tulangan. Hasil akhir disajikan dalam gambar detail perancangan. Hasil perancangan didapatkan semakin besar bentang jembatan, dimensi balok T semakin besar. Semakin tinggi mutu beton jumlah tulangan yang dibutuhkan semakin sedikit. Lendutan yang terjadi masih dibawah lendutan ijin tiap bentang. Pada dimensi tertentu, penambahan jumlah tulangan lebih murah daripada memperbesar dimensi balok. Harga material dan harga satuan optimum per m' untuk daerah Yogyakarta untuk bentang 7 meter sebesar Rp 227.059, bentang 10 meter sebesar Rp 292.576, bentang 14 meter sebesar Rp 416.188, bentang 18 meter sebesar Rp 538.406.

The movement of people in remote areas is very limited due to restricted by rivers, valleys, or ravines. The bridge needed to be able to support community activities especially for school children, merchants, ranchers. If applicable load and width the same, no need to be designed for each case, only necessary guidelines for specific landscape. The aim of this thesis is designing for a certain span bridge in order to obtain optimum but still qualified strength and deflection, and the price of the most cheap. This type of bridge in the design of reinforced concrete beams in the form of special T for pedestrian. Variations span is 7 meters, 10 meters, 14 meters, and 18 meters, with a width of 1.4 meters and 1.8 meters, the quality of concrete of 17.5 MPa, 20 MPa and 25 MPa, as well as the quality of steel of 400 MPa. Initial design dimensions in accordance with standards Planning Manual for Reinforced Concrete Bridges (2008), conducted a trial to dimensions and amount of reinforcement beams, large deflection and price. Considered the cheapest price between the beams dimensional change or change in the amount of reinforcement. The final result is presented in detail design drawings. Results obtained greater design bridge spans, dimensions of the beam T increases. The higher the quality of the concrete amount of reinforcement required the less. Deflection occurs is still under permit deflection of each span. At certain points, the addition amount of reinforcement is cheaper than enlarge the dimensions of the beam. The price of material and optimum unit price per m ' for the Yogyakarta area to span seven meters of Rp 227.059, spans 10 meters of Rp 292.576, spans 14 meters of Rp 416.188, spans 18 meters Rp 538.406.

Kata kunci Jembatan balok T, pejalan kaki, dimensi, harga, optimum
Program Studi S1 TEKNIK SIPIL UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Skripsi
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2015
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali