Assessment Of Demographic And Hematologic Patterns Of Dengue Hemorrhagic Fever Patients In RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta 2013

Penulis

Laily Sofiana Rismawanti

Pembimbing: dr. Osman Sianipar, DMM, M.Sc., Sp.PK(K); dr. Andaru Dahesihdewi, M.Kes., Sp.PK(K)


ABSTRACT: Assessment Of Demographic And Hematologic Patterns Of Dengue Hemorrhagic Fever Patients In RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta 2013 Background: Dengue Hemorrhagic Fever is one of the most common mosquito-borne viral infection of human found in tropical and sub-tropical regions around the world (WHO, 2014). They have particular pattern which usually help the diagnosing process such as on laboratory and epidemiological aspects. One of the most common complication of Dengue Hemorrhagic Fever is Dengue Shock Syndrome. Objective: To know the epidemiological and hematological pattern of Dengue Hemorrhagic Fever in RSUP dr. Sardjito, Yogyakarta. Method: Descriptive observational with epidemiological study type. Result: Based on gender, of all 100% dengue cases patients, 57.3% of them are male while the rest are female. Based on age group, RSUP Dr. Sardjito has 28% toddler patients, 35.3% children patients, 14% early adolescent patients, 12.7% late adolescent patients, 4% early adult patients, 3.3% late adult patients, 2% early elderly patients, and 0.7% late elderly patients. For place approach, Dengue Hemorrhagic Fever patients that come from Sleman are 53.35%, from Yogyakarta city 25.3%, from Bantul 16.7%, from Gunung Kidul 3.3%, and from Kulon Progo 1.3%. Based on time, Dengue Hemorrhagic Fever occured in January 2013 account for 23 cases, in February 2013 28 cases, in March 2013 21 cases, in April 2013 14 cases, in May 2013 11 cases, in June 2013 12 cases, in July 2013 12 cases, in August 2013 8 cases, in September 2013 3 cases, in October 2013 8 cases, in November 2013 4 cases, and in December 2013 6 cases. Mapping approach revealed that Sleman, Yogyakarta, and Bantul have wide diversity of Dengue Hemorrhagic incidence related with epidemiological aspects. Hematocrit value of Dengue Hemorrhagic Fever patients was 40.9% volume, with lowest value 26% volume, and highest value 64% volume, while their thrombocyte count is 38,523 cells/μL, with lowest value 2,000 cells/μL, and highest value 101,000 cells/μL. For Dengue Shock Syndrome patients, their hematocrit value is 38.9% volume with lowest value 26.4% volume, and highest value 82% volume, while their thrombovyte count 30,231 cells/μL, with lowest value 2,000 cells/μL, and highest value 115,000 cells/μL. Conclusion: There is no relation between gender and DHF incidence. DHF incidence mostly occured in children in related to activity and development. DHF patient from RSUP Dr. Sardjito mostly come from Sleman. DHF incidence mostly occured in late phase of rainy season. Increasing hematocrit in DHF have relation with age and gender, while in DHF combined with DSS have relation with age, gender, and clinical outcome. Thrombocyte level only has relation with clinical outcome in DHF combined with DSS cases.

INTISARI: Penilaian Pola Demografi dan Hematologi pada Pasien Demam Berdarah Dengue di RSUP dr. Sardjito Yogyakarta 2013 Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu infeksi virus yang berasal dari nyamuk yang paling umum terjadi pada manusia yang ditemukan di daerah tropis dan sub-tropis di seluruh dunia (WHO, 2014). Mereka memiliki pola tertentu yang biasanya membantu proses diagnosa seperti pola hematologi untuk di laboratorium dan pola epidemiologi. Salah satu komplikasi yang paling umum dari Demam berdarah Dengue adalah Sindroma Syok Dengue (SSD). Tujuan: Untuk mengetahui pola epidemiologi dan hematologi DBD di RSUP dr. Sardjito Yogyakarta. Metode: Deskriptif observatif dengan tipe pembelajaran epidemiologi. Hasil: Berdasarkan jenis kelamin, dari 100% kasus DBD, 57,3% adalah laki-laki dan sisanya adalah perempuan. Berdasarkan usia kelompok, RSUP Dr. Sardjito memiliki 28% pasien usia balita, 35,3% pasien usia anak-anak, 14% pasien usia remaja awal, 12,7% akhir pasien usia remaja, 4% pasien usia dewasa awal, 3,3% pasien usia dewasa akhir, 2% pasien usia lansia awal, dan 0,7% pasien usia lansia akhir. Berdasarkan tempat, pasien Demam Berdarah Dengue yang berasal dari Sleman adalah 53,35%, dari kota Yogyakarta 25,3%, dari Bantul 16,7%, dari Gunung Kidul 3,3%, dan dari Kulon Progo 1,3%. Berdasarkan waktu, Demam Berdarah Dengue terjadi pada bulan Januari 2013 berjumlah 23 kasus, pada bulan Februari 2013 berjumlah 28 kasus, Maret 2013 berjumlah 21 kasus, pada bulan April 2013 berjumlah 14 kasus, Mei 2013 berjumlah 11 kasus, pada Juni 2013 berjumlah 12 kasus, Juli 2013 berjumlah 12 kasus, pada bulan Agustus 2013 berjumlah 8 kasus, pada September 2013 berjumlah 3 kasus, pada Oktober 2013 berjumlah 8 kasus, pada bulan November 2013 berjumlah 4 kasus, dan pada bulan Desember 2013 berjumlah 6 kasus. Penggambaran dengan peta mengungkapkan bahwa Sleman, Yogyakarta, dan Bantul memiliki keragaman kejadian DBD yang cukup luas berhubungan dengan aspek epidemiologi. Nilai hematokrit pasien DBD adalah 40,9% volum, dengan nilai terendah 26% volum, dan nilai tertinggi 64% volum, sedangkan jumlah trombosit mereka 38.523 sel/μL, dengan nilai terendah 2.000 sel/μL, dan tertinggi nilai 101.000 sel/μL. Untuk pasien SSD, nilai hematokrit mereka 38,9% volum dengan nilai terendah 26,4% volum, dan nilai tertinggi 82% volum, sedangkan nilai thrombosit nya 30.231 sel/μL, dengan nilai terendah 2.000 sel/μL, dan Nilai tertinggi 115.000 sel/μL. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dan kejadian DBD. Kejadian DBD sebagian besar terjadi pada anak-anak berkaitan dengan kegiatan dan perkembangan. Pasien DBD dari RSUP Dr. Sardjito sebagian besar berasal dari Sleman. Kejadian DBD sebagian besar terjadi pada fase akhir musim hujan. Peningkatan hematokrit pada DBD memiliki hubungan dengan usia dan jenis kelamin, sedangkan pada DBD dikombinasikan dengan SSD memiliki hubungan dengan usia, jenis kelamin, dan hasil klinis. Tingkat trombosit hanya memiliki hubungan dengan hasil klinis pada DBD dikombinasikan dengan kasus SSD.

Kata kunci Dengue Hemorrhagic Fever, epidemiology, hematology, patient report, Dengue Shock Syndrome, age, gender, outcome, hematocrit, thrombocyte, month, season, rainy, dry
Program Studi PENDIDIKAN DOKTER UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Skripsi
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2015
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali