Terapi Multidrug Resistant Mycobacterium Tuberculosis pada Pasien Ko-Infeksi HIV/AIDS: Systematic Review

Penulis

Eric

Pembimbing: dr. Tri Wibawa, Ph.D ; dr. Rizka Humardewayanti Asdie, Sp.PD-KPTI


ABSTRACT: Background : Tuberculosis infection is one of the most infectious diseases which caused high mortality and morbidity around the world. Data from WHO 2013, showed that world prevalence of TB is 11 million cases and 1.1 million deaths because of TB infection. Indonesia is now being the fifth rank of the highest burden of TB, which accounts for 680.000 cases in prevalence and 64.000 deaths. Among those, 1,9% new cases and 12% existing cases were MDR-TB case. The pandemic of HIV/AIDS is arising and complicate the treatment of TB. In Indonesia, there are 3.900 cases of MDR-TB/HIV co-infection, which increase the mortality, the use of toxic second-line TB drugs, the interaction between second-line TB drugs and antiretrovirals, and the failure of treatment. The evidence of systematic review study about treatment outcome of MDR-TB in HIV/AIDS co-infected patients is still limited. Therefore, researchers want to assess the available studies to yield evidence explaining about treatment outcome of MDR-TB in HIV/AIDS co-infected patients. Objective : The objective of this research is to assess the available publication data for yielding study that can be used as the evidence explaining about treatment outcome of MDR-TB in HIV/AIDS co-infected patients. Methodology : Study design of this research is retrospective, analytic-observational study, which is the systematic review. Study subjects are cohorts which study the MDR-TB/HIV co-infected patients. Subjects are accessed from PubMed Database. The outcome measured are proportion of the mortality, the failure, defaulted, and the cured. Results : Overall 7 studies were included and 551 patients were analyzed to yield the proportion of mortality 31,89% (95% CI, 14,98-51,74%), failure 6,24% (95% CI, 0,89-15,90%), defaulted 10,62% (95% CI, 3,75-20,45%), and the cured 31,63% (95% CI, 13,62-53,12%). Conclusion : Treatment outcomes of MDR-TB/HIV co-infected patients are still unfavorable because of the high mortality, treatment failure, defaulted, and low cure rates. Keywords : Tuberculosis, MDR-TB, Co-Infection, HIV/AIDS, Treatment outcome, Mortality, Failure, Defaulted, Cure

INTISARI: Latar Belakang : Penyakit Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit infeksi yang memberikan dampak morbiditas dan mortalitas yang tinggi di seluruh dunia. Data WHO tahun 2013, mencatat prevalensi penyakit TB dunia sebesar 11 juta kasus dan 1,1 juta kematian akibat penyakit TB. Indonesia menduduki peringkat ke-5 negara dengan beban TB tertinggi di dunia yaitu prevalensi penyakit TB sebesar 680.000 kasus dan mortalitas penyakit TB sebesar 64.000 kasus. Dari antaranya, kasus sebesar 1,9% kasus baru dan 12% dari kasus lama merupakan kasus MDR-TB. Pandemi HIV/AIDS yang terus meningkat turut menyulitkan pengobatan TB. Di Indonesia tercatat sekitar 3.900 kasus ko-infeksi MDR-TB/HIV, yang meningkatkan mortalitas, penggunaaan obat lini kedua yang toksik, peningkatan interaksi obat lini kedua dengan obat ARV, serta peningkatan kegagalan terapi. Bukti studi systematic review mengenai luaran terapi MDR-TB pada pasien HIV/AIDS masih terbatas, maka peneliti berkeinginan untuk mengkaji studi-studi yang tersedia demi menghasilkan bukti yang dapat menjelaskan/mengkaji luaran terapi MDR-TB pada pasien ko-infeksi HIV/AIDS. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji data-data publikasi yang tersedia sehingga mampu menghasilkan hasil studi yang dapat digunakan sebagai bukti ilmiah untuk menjelaskan/mengkaji luaran terapi MDR-TB pada pasien ko-infeksi HIV/AIDS. Metodologi : Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional analitik yang bersifat retrospektif, yaitu systematic review. Subjek penelitian merupakan studi kohort yang meneliti tentang pasien ko-infeksi MDR-TB/HIV yang diambil dari database PubMed. Luaran yang diukur merupakan proporsi mortalitas, kegagalan terapi, pasien defaulted, dan kesembuhan. Hasil : Dari 7 studi yang diinklusi, 551 subjek dilakukan analisis dan dari populasi ini menghasilkan mortalitas 31,89% (95% CI, 14,98-51,74%), kegagalan terapi 6,24% (95% CI, 0,89-15,90%), defaulted 10,62% (95% CI, 3,75-20,45%), dan kesembuhan 31,63% (95% CI, 13,62-53,12%). Kesimpulan : Luaran terapi MDR-TB pada pasien ko-infeksi HIV/AIDS masih buruk karena tingginya angka mortalitas, kegagalan terapi, defaulted, dan rendahnya tingkat kesembuhan. Kata Kunci : Tuberculosis, MDR-TB, Ko-Infeksi, HIV/AIDS, Luaran terapi, Mortalitas, Kegagalan terapi, Defaulted, Kesembuhan.

Kata kunci Tuberculosis, MDR-TB, Ko-Infeksi, HIV/AIDS, Luaran terapi, Mortalitas, Kegagalan terapi, Defaulted, Kesembuhan
Program Studi PENDIDIKAN DOKTER UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Skripsi
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2015
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali