KONVERSI PETA KAWASAN WAKTU KE KAWASAN KEDALAMAN DATA SEISMIK 3D DENGAN METODE STATISTIK TERHADAP BATUPASIR "ALFA" DI LAPANGAN "KAFA"

Penulis

Kahvi Afafa

Pembimbing: Prof. Dr. Drs. Sismanto, M.Si.


ABSTRACT: Subsurface map structure is one of the main components to determine subsurface conditions so that the accuracy of the maps to be very important in the analysis of the presence of hydrocarbons. It also required a good understanding of the character relationships seismic data and well data (especially in the field with a limited number of wells) to determine the spread of the reservoir in a field development planning process. In this study, velocity model were created by creating a velocity volume (which has a value of velocity at each depth) with inputs in the form of vertical function of 28 time-depth curve data in each well and interpolation also extrapolation using simple kriging. Map conversion process is done by inserting velocity volume the form of a map structure in time domain in order to get a map structure in depth domain. Based on wavelet models are made, on the field KAFA, has a Zero Phase wavelet-type to the type of reverse polarity (SEG) and has a dominant frequency of 25 Hz. The results tying of well data with seismic data, ALFA sandstones are at trough event. Results of velocity modeling of ALFA sandstone in the field KAFA, ALFA sandstone has velocity value between 8420 ft/s to 9830 ft/s with a value of largest mistie 42.6 feet (percentage 2.1%) and the smallest mistie 22.14 feet (percentage 1.05%) thus obtained average mistie at 1.7%. However, the velocity volume created necessary iteration and refining in order to get more accurately map conversion and the value of mistie can be minimized.

INTISARI: Peta struktur bawah permukaan merupakan salah satu komponen utama untuk mengetahui kondisi bawah permukaan sehingga akurasi peta tersebut menjadi sangat penting dalam analisa keberadaan hidrokarbon. Selain itu juga diperlukan pemahaman yang baik mengenai hubungan karakter data seismik dan data sumur (terutama pada lapangan yang dengan jumlah sumur terbatas) untuk mengetahui penyebaran reservoir dalam proses perencanaan pengembangan suatu lapangan. Pada penelitian ini dibuat velocity model dengan membuat velocity volume (yang memiliki nilai kecepatan di tiap kedalamannya) dengan input berupa vertical function dari 28 data kurva time-depth di tiap sumur dan dilakukan interpolasi juga ekstrapolasi dengan metode simple kriging. Proses konversi peta dilakukan dengan meng-input velocity volume berupa peta struktur dalam kawasan waktu sehingga didapat peta struktur dalam kawasan kedalaman. Berdasarkan model wavelet yang dibuat, pada lapangan KAFA, memiliki wavelet bertipe Zero Phase dengan tipe polaritas terbalik (SEG) dan frekuensi dominan 25 Hz. Hasil pengikatan data sumur dengan data seimik, batupasir ALFA berada pada event trough. Hasil dari pembuatan model kecepatan batupasir ALFA di lapangan KAFA, batupasir ALFA memiliki nilai kecepatan antara 8420 ft/s sampai 9830 ft/s dengan nilai mistie terbesar 42,6 feet (persentase 2,10%) dan mistie terkecil 22,14 feet (persentase 1,05%) sehingga didapat mistie rata-rata sebesar 1,7%. Namun velocity volume yang dibuat perlu dilakukan iterasi ulang dan refining agar proses konversi peta lebih akurat dan nilai mistie dapat diminimalisir.

Kata kunci Velocity volume, vertical function, peta struktur, model wavelet, lapangan KAFA, model kecepatan, mistie.
Program Studi S1 GEOFISIKA UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Skripsi
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2014
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali