ANALISIS PENGARUH PENGGUNAAN SISTEM MINIMUM QUANTITY LUBRICATION (MQL) DENGAN VARIASI FLUIDA LUBRICANT MINYAK NABATI TERHADAP KEAUSAN PAHAT DAN KEKASARAN PERMUKAAN BENDA KERJA

Penulis

Istyawan Priyahapsara

Pembimbing: Dr. Eng. Herianto, S.T., M.Eng.


Proses permesinan menggunakan coolant menyebabkan masalah lingkungan berat. Pengelolaan limbah coolant yang tidak tepat dapat merusak lingkungan sekitarnya. Dalam Minimum Quantity Lubrication (MQL) terjadi pelumasan yang dapat mengurangi gesekan antara pahat dan benda kerja sehingga mengurangi laju kenaikan temperatur, dan akan memperpanjang umur pahat. Ester oil merupakan lubricant paling umum digunakan dalam teknik MQL, tetapi masih membahayakan operator karena memiliki racun akut rendah (EPA, 2010).Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penggunaan lubricant minyak nabati sebagai alternatif lubricant MQL terhadap umur pahat dan kekasaran permukaan benda kerja. Penelitian ini menggunakan minyak nabati berupa minyak kelapa sawit, minyak kedelai, minyak jagung, dan minyak kelapa.Minyak nabati kemudian diujikan sifat fisiknya untuk dibandingkan dengan ester oil khususnya viskositas kinematis dan flash point-nya. Pengujian menggunakan mesin CNC Denford Cyclone P, dengan insert carbide SUMITOMO DCMT070204N-SU. Nozzle diarahkan pada sisi flank pahat bubut. Selama pembubutan dilakukan perekaman foto flank wear (VB). Pembubutan dilakukan hingga tercapai lebar flank wear 0.3 mm. Hasil pengujian fisik dan pembubutan dipilih minyak kelapa sawit sebagai minyak nabati terbaik sebagai lubricant MQL karena merupakan minyak nabati yang paling ekonomis.Dibandingkan teknik dry, lubrikasi MQL minyak kelapa sawit menghasilkan umur pahat yang lebih panjang. Dibandingkan teknik flood dan MQL ester, minyak kelapa sawit menghasilkkan umur pahat yang lebih singkat. Teknik MQL secara umum menghasilkan kekasaran permukaan yang lebih baik dibanding teknik dry dan wet.

Maching using coolant causing environmental problems. Improper coolant waste handling can damage surrounding environment. In Minimum Quantity Lubrication (MQL) there are lubrication that can reduce friction force between tool and working material thereby can reduce the rate of temperature rise, and can impove tool life. Ester oil is the common lubricant used in MQL environment, but still endanger the operator because it contain low acute poison (EPA, 2010). The purpose of this research is to analyse the use of vegetable oil lubricant as alternative MQL lubricant on tool life and surface roughness of the work material. This research using vegetable oils consisted of palm oil, coconut oil, soybean oi, and maize (corn) oil. Those vegetable oils were tested their physical properties to be compared with ester oil especially the kinematic viscosity and flash point properties. The test were using CNC Denford Cylone P machine, with SUMITOMO DCMT070204N-SU carbide as tool insert. The MQL nozzle were pointed on tool flank side. During machining, images of flank wear were (VB) captured. Turning process were done until flank wear reach 0.3 mm. According to the physical properties and turning test palm oil are choose as the best vegetable oil used as MQL lubricant because it is the most economical oil compared with other vegetable oils. Compared with dry, MQL palm oil produce longer life tool.Compared with wet and MQL ester oil, palm oil produce shorter life tool. Overall MQL technique producing better work marterial surface roughness compared with dry and wet.

Kata kunci coolant, MQL, minyak nabati, lubricant, flank wear
Program Studi S2 Teknik Mesin UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Tesis
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2013
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali