Ancaman invasi acacia decurrens pascaerupsi gunungapi merapi 2010 terhadap pemulihan keanekaragaman hayati flora pegunungan di taman nasinal gunung merapi.

Penulis

Betti Yuniasih

Pembimbing: Dr. Sunarto, M.S.,


ABSTRACT: After the Merapi volcano eruption in 2010, the invasion of Acacia decurrens was considered as a threat to restoration of mountain flora biodiversity in Gunung Merapi National Park (GMNP). Aims of this research were to know the spatial and temporal distribution of Acacia decurrens in GMNP and to know the ecological disturbance that disturbs the restoration of mountain flora biodiversity. The research conducted in the second year after the Merapi volcano eruption by comparing 2 locations: the location that was affected by pyroclastic flow in Glagaharjo and the location that was not affected by pyroclastic flow in Tegalmulyo. The ecological approach combined with geo-information system used as method in this research to provide information about the vegetation structure and the spatial distribution. The results showed that the NDVI value in the location affected by pyroclastic flow in second year after eruption is 0,702 which is almost the same as the NDVI index in the control location that was not affected by pyroclastic flow which is 0,696. Based on the canopy interpretation and field survey results, it is indicated that Acacia decurrens is the dominant species in the plant succession after the Merapi volcano eruption in 2010. The result of the vegetation analysis showed that the A.decurrens growing in the GMNP were in the sapling growth stage with the important value index of 288,96%. The dominancy of A.decurrens in the location affected by pyroclastic flow is a high-level threat to the restoration of mountain flora biodiversity, but in the other hand A.decurrens is also have potential as a pioneer species in the succession. The threat posed by of A.decurrens is because it invaded the mountain flora habitat and became strong competitor in getting light, water, and nutrient. In addition to the threat from A.decurrens, the human activity in GMNP is also the ecological disturbance to natural plant succession.

INTISARI: Invasi Acacia decurrens pascaerupsi Gunungapi Merapi tahun 2010, dikhawatirkan akan mengancam pemulihan keanekaragaman vegetasi di Taman Nasional Gunung Merapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran spasial dan temporal A. decurrens di kawasan TNGM serta mengkaji gangguan ekologi terhadap pemulihan jenis flora pegunungan. Penelitian dilakukan pada tahun ke-2 pascaerupsi dengan membandingkan 2 lokasi penelitian yaitu lokasi terdampak erupsi di Glagaharjo dengan lokasi tidak terdampak erupsi di Tegalmulyo. Pendekatan ekologi yang dipadukan dengan sistem informasi geografi digunakan sebagai metode dalam penelitian ini, sehingga dapat memberikan informasi struktur dan sebaran spasial vegetasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai NDVI di lokasi terdampak awan panas pada tahun ke-2 pascaerupsi sebesar 0,702 hampir sama dengan lokasi kontrol yang tidak terdampak awan panas yaitu sebesar 0,696. Berdasarkan interpretasi tajuk dan survei lapangan, diketahui bahwa Acacia decurrens adalah spesies yang dominan pada proses suksesi vegetasi pascaerupsi 2010. Hasil analisis vegetasi menunjukkan bahwa sebagian besar A.decurrens yang tumbuh di lokasi terdampak awan panas berada pada tingkat sapihan dengan indeks nilai penting sebesar 288,96%. Penguasaan kawasan oleh A.decurrens di lokasi terdampak awan panas merupakan ancaman tingkat tinggi bagi pemulihan flora pegunungan, tapi di sisi lain A.decurrens berpotensi menjadi spesies pionir pada proses suksesi. A.decurrens bersifat mengancam karena menginvasi habitat flora pegunungan dan menjadi kompetitor kuat dalam mendapatkan sinar matahahari, air, dan nutrien. Selain ancaman dari invasi A.decurrens, aktivitas manusia di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Merapi juga merupakan gangguan ekologi yang mengganggu proses suksesi vegetasi.

Kata kunci Acacia decurrens, awan panas, suksesi, ancaman, dan pionir.
Program Studi S2 Geo-Informasi untuk Manajemen Bencana UGM
No Inventaris 0408-H-2013
Deskripsi xvi, 116 p., bibl., ills., 29 cm.
Bahasa Indonesia
Jenis Tesis
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2013
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali