T Kha e

Efektifitas proses ozonisasi dan kombinasi filter secara kontinu pada penurunan intensitas warna pada air gambut

Penulis

Khair, Riza Miftahul

Pembimbing: Dr. Hery Budianto, S.T., M.T


Penyediaan air merupakan masalah pokok yang dihadapi dalam hal pelestarian lingkungan karena kualitas banyak mengalami penurunan. luas lahan rawa di Indonesia sekitar 33,41-39,10 juta ha, sehingga secara kuantitatif sangat potensial untuk sebagai air baku untuk air bersih atau air minum. Air gambut adalah air permukaan yang berwarna coklat dan bersifat asam. Untuk dapat menjadikan air gambut sebagai sumber air bersih, perlu dilakukan pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan intensitas warna air gambut dengan menggunakan ozonisasi dan kombinasi media filter (karbon aktif, pasir akif, dan zeolit) secara kontinu. Asam humus yang terdiri dari asam humat, asam fulvat, dan humin sebagai pembentuk warna pada air gambut dapat di netralkan dengan proses ozonisasi, oksidasi dan adsorpsi oleh media filter (Zeolit, Karbon Aktif, Pasir Aktif).Metode yang digunakan adalah penurunan intensitas warna air gambut dengan proses ozonisasi dan kombinasi filter (pasir akit-zeolit, pasir aktif-karbon aktif) secara kontinu dengan variasi waktu 30 menit, 60 menit, 120 menit, 240 menit, dan 300 menit pada setiap perlakuan proses. Hasil maksimum dari proses yaitu intensitas warna air gambut dapat berkurang hingga sebesar 21,21 % untuk proses ozonisasi pada waktu 300 menit. pada proses kombinasi Ozon-Zeolit-Pasir Aktif 87,88 % pada waktu 240 menit dan pada proses kombinasi Ozon-Karbon Aktif-Pasir Aktif sebesar 87,88 % pada waktu 300 menit. Penurunan intensitas warna melalui cara ini dapat dijadikan alternatif dalam mendapatkan air bersih dari air gambut.

Provision of water is the main problem faced in terms of environmental conservation, because the quality has decreased a lot. Marsh area in Indonesia is around 33.41 to 39.10 million ha, so the potential for quantitatively as raw water for clean water or drinking water. Peat water is surface water that is brown and acidic. To be able to make the water of peat as a source of clean water, need to be processed. This research aims to reduce the color of the peat water using a combination ozonisation and filter media (activated carbon, active sand and zeolite) are continuous. Acid humus consisting of humic acid, fulvic acid, and humin as a color forming on the water in the peat can be neutral with ozonisation process, oxidation and adsorption by the filter media (Zeolite, Activated Carbon, Active Sand). The method used is the degredatiaon intensity colos of peat with ozonisation and combinations filters (akit sand-zeolite, active sand-activated carbon) continuously with varying time 30 minutes, 60 minutes, 120 minutes, 240 minutes and 300 minutes at each treatment process Maximum results from the process of peat water color intensity can be reduced by 21.21% amounting to ozonisation process at time 300 minutes. on the combination of ozone-Zeolite-Active Sand 87.88% at 240 minutes and in the process of combination of Ozone-Activated Carbon-Active Sand at 87.88% for the time 300 minutes. Decrease in the intensity of color in this way can be an alternative in getting fresh water from the peat.

Kata kunci Air gambut,Intensitas warna,Ozon,Media filter,Zeolit,Karbon aktif, Water peat, color intensity, Ozone, Filter Media, Zeolite, Activated Carbon, Active Sand
Program Studi S2 Teknik Mesin UGM
No Inventaris c.1 (2265-H-2010)
Deskripsi x, 67 p., bibl., ills., 29 cm
Bahasa Indonesia
Jenis Tesis
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2010
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali