T Ara h

Hubungan kerja sama bilateral Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Timor Leste dalam penanganan perdagangan ilegal pada lintas batas darat kedua negara

Penulis

Araujo, Tolentino De

Pembimbing: Prof. Dr. Budi Winarno, M.A


Permasalahan yang diangkat dalam tesis ini adalah terkait peningkatan perdagangan ilegal pada perbatasan darat Indonesia–Timor Leste yang sampai saat ini masih belum dapat diatasi, hal ini karena belum adanya suatu penanganan terhadap perdagangan ilegal melalui kerjasama bilateral kedua negara. Maka, berangkat dari kenyataan di atas tujuan daripada penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menyebabkan meningkatnya penyelundupan secara ilegal melalui perbatasan darat Timor Leste dan Indonesia. Dan sejauh mana kerjasama bilateral antara pemerintah Indonesia dan Timor Leste dalam penanganan perdagangan ilegal di perbatasan darat kedua negara tersebut. Kemudian dalam bentuk kerjasama seperti apa saja yang telah dilakukan oleh kedua negara dalam pengelolaan kepentingan ekonomi bersama. Untuk tujuan tersebut metode yang digunakan dalam menganalisa permasalahan di atas adalah melalui metode deskriptif kualitatif. Yakni, penulis memaparkan faktor-faktor apa saja yang mendorong terjadinya perdagangan ilegal pada batas darat kedua negara. Dalam temuan penulis terdapat faktor internal Timor Leste dan faktor lainnya yang menyebabkan peningkatan perdagangan ilegal antara kedua negara tersebut. Faktor- faktor tersebut yakni terkait kelonjakan harga dan langkanya kebutuhan pokok di Timur Leste. Selain itu, Timor Leste sebagai negara yang baru merdeka dituntut untuk meningkatkan kegiatan pembangunan fisik, dalam kondisi ini Timor Leste dihadapkan pada persoalan kebutuhan material bangunan, akibatnya harga kebutuhan material bangunan menjadi melonjak. Kemudian, dalam kebijakan penentuan nilai tarif impor pemerintah RDTL terlalu tinggi dalam menaikkan nilai tarif impor. Di lapangan, tingkat pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah di perkotaan terhadap otoritas penjaga perbatasan sangat lemah. Belum lagi rendahnya insentif/gaji otoritas perbatasan. Sementara penggunaan kartu lintas perbatasan yang telah disepakati bersama masyarakat di perbatasan gagal diterapkan. Berangkat dari faktor-faktor di atas itulah yang menjadi pemicu utama terjadinya perdagangan ilegal antara kedua negara. Selain itu, faktor lain yang mempermudah terjadinya perdagangan ilegal antara kedua negara adalah masalah penyelesaian batas darat kedua negara yang masih belum tuntas, faktor sosioekonomi, kultur masyarakat perbatasan, gagalnya implementasi pasar tradisional yang disepakati, dan lemahnya koordinasi kerjasama bilateral antara Timor Leste dengan RI.

The main problem is focused on the increase of illegal trade that is unable to be overcome by the both states to the present. In this case, there has not yet been bilateral cooperation between both states to overcome the main problem. Therefore, the research aimed to uncover what factors give rise the increase of smuggling through boundary lines between Timor Leste and Indonesia, and in what extent bilateral cooperation was implemented by Indonesia and Timor Leste government to overcome that illegal trade. Furthermore, this research attempts to reveal what kinds of cooperation were held by the both states. In this case, descriptive-qualitative method was applied to analyze the main problem, that is, the writer attempts to describe facts of illegal trade through the both states boundary lines. In fact, there are internal factor and other one that drive the increase of illegal trade between the both states. They pertained to hike price and lack of basic needs in Timor Leste. As the new independent state, Timor Leste is needed to increase physical development, consequently it needs materials and the price is hike. In this case, Timor Leste government implemented the high rate import tariff; meanwhile grounded supervision of authorities is too weak. Above all, the incentives of authorities is low, meanwhile, border pass card was failed to operate according to agreement of the both states. The factors are the main cause of illegal trade between the both states. Furthermore, there are other factors that make illegal trade easier to prevail between the both states, including social economic, culture of boundary lines society, the fail of traditional market according to agreement of the both state, and the weak coordination of bilateral cooperation.

Kata kunci Perdagangan ilegal,Perbatasan darat Indonesia,Timor Leste
Program Studi S2 Hubungan Internasional UGM
No Inventaris c.1 (1066-H-2010)
Deskripsi x, 121 p., bibl., ills., 29 cm
Bahasa Indonesia
Jenis Tesis
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2010
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali