T Hel p

Perbandingan onset dan durasi bupivakain 0,5 persen isobarik 20 mg dan bupivakain 0,5 persen hiperbarik 20 mg pada subarachnoid block

Penulis

Helmi, Mochamat

Pembimbing: dr. Yusmein Uyun, SpAn


ABSTRACT: This randomized double blind controlled trial is aimed to compare the onset and duration of spinal nerve block effect of 20 mg isobaric Bupivacaine 0,5% and 20 mg hyperbaric Bupivacaine 0,5%. Subjects are male and female patients, aged 18-60 years old, 40 – 70 kg in weight, 150 – 170 cm in height, with physical status according to ASA in class I or II scheduled for elective surgery in the area of hip and lower extremities, and duration of surgical procedures estimated will not exceed 120 minutes. This research required 60 patients. Six patients were followed the drop out criteria due to failed block, duration of surgery over 120 minutes and the need of conversion to General Anesthesia. Therefore 54 patients could follow further research procedure. Subjects were randomly allocated into two groups, each group consists of 27 patients. Group Isobaric (I) received 20 mg isobaric Bupivacaine 0,5% and Group Hyperbaic (H) received 20 mg hyperbaric Bupivacaine 0,5%. Both drugs administered intrathecally in the sitting position, through a 25-Gauge Quincke needle in the midline at L3-4 We found that there were significantly different statistically in the the onset of analgesia from Group I 4,81±2,16 minutes compared to Group H 7,51±2,24 minutes (p=0,001); the onset of motoric block of Group I 4,14±2,07 minutes compared to Group H 6,37±2,35 minutes (p=0,001). The duration of sensoric block which defined as the regression to S interspace. All patients were preloaded with 10 ml/kgBW crystalloid (RL) solution intravenously 30 minutes prior to SAB. 2 Conclussion: Baricity influenced the onset, drug spreads in the CSF and duration of spinal nerve block. SAB with 20 mg Bupivacaine 0,5% isobaric provided faster onset and longer duration compared to 20 mg Bupivacaine 0,5% hyperbaric. (I=169±79 vs H=170,3±44,2 minutes) also statistically significant (p= 0,481), while the duration of motoric block which defined as the time to reach the motoric regression to Bromage 0 (I=275,55±30,04 vs H=163,14±21,66 minutes) were statistically significant (p=0,001). There were no significantly different in the matter of systolic arterial blood pressure. Although there were some differences in the matter of diastolic arterial blood pressure and MAP in the minutes of 6, 15 and 30 after injection of local anesthesia, generally still in the normal level. We also found that the heart rate and oxygen saturation were not significantly different for both groups (p>0,05). There were no significantly different in the matter of hypotension and also the other adverse effects SAB for both groups.

INTISARI: Percobaan acak tersamar ganda terkontrol ini bertujuan membandingkan onset dan durasi efek blok syaraf spinal antara Bupivakain 0,5% isobarik 20 mg dan Bupivakain 0,5% hiperbarik 20 mg pada Subarachnoid Block (SAB). Subyek adalah pasien laki-laki dan perempuan yang menjalani operasi terencana pada daerah panggul dan ekstremitas bawah, dengan status fisik pasien termasuk dalam klasifikasi ASA kelas I dan II, usia 18 – 60 tahun, dengan berat berat badan 40 – 70 kg, tinggi badan 150 – 170 cm, dan lama operasi tidak lebih dari 120 menit di RS. Dr. Sardjito. Penelitian ini dilaksanakan pada 60 orang pasien sebagai subyek penelitian. Enam pasien harus menjalani drop out dikarenakan spinal gagal, operasi yang lebih dari 120 menit dan perlunya anestesi umum, sehingga total pasien yang dapat mengikuti prosedur penelitian lebih lanjut berjumlah 54 pasien yang terbagi menjadi dua kelompok yang masing-masing terdiri dari 27 orang. Kelompok Isobarik (I) adalah kelompok pasien yang dilakukan SAB dengan obat anestesi lokal Bupivakain 0,5% isobarik 20 mg, sedangkan Kelompok Hiperbarik (H) adalah kelompok pasien yang dilakukan SAB dengan obat anestesi lokal Bupivakain 0,5% hiperbarik 20 mg. SAB dilakukan pada posisi duduk,penyuntikan pada ruang inter vertebra L3-4 dengan jarum spinal ukuran 25 G. Seluruh pasien diberikan cairan prabeban kristaloid 10 mL/kgBB pada 30 menit sebelum SAB. Pada penelitian ini didapatkan hasil: Ada perbedaan bermakna pada onset (mula kerja) sensorik pada kelompok I 4,81±2,16 menit dibandingkan kelompok H 7,51±2,24 menit (p=0,001); onset motorik kelompok I 4,14±2,07 menit dibandingkan kelompok H 6,37±2,35 menit (p=0,001). Durasi sensorik yang dicerminkan dengan regresi sampai S2 (I=169±79 vs H=170,3±44,2 menit) secara statistik juga berbeda bermakna (p= 0,001), sedangkan durasi motorik yaitu waktu untuk mencapai regresi ke Bromage Score 0 (I=275,55±30,04vs H=163,14±21,66 menit), secara statistik berbeda bermakna (p=0,001). Tidak terdapat perbedaan bermakna secara ststistik pada tekanan darah sistolik. Meskipun terjadi perbedaan bermakna dalam hal tekanan darah diastolik dan MAP pada menit ke 6, 15 dan 30setelah penyuntikan obat anestesi lokal, namun secara umum rata-rata tekanan darah diastolik dan MAP tersebut masih dalam rentang normal. Pada hasil penilaian laju nadi dan saturasi oksigen tidak ada perbedaan bermakna (p>0,05) antara kedua kelompok. Tidak terdapat perbedaan bermakna pada kejadian hipotensi serta efek samping yang lain pada kedua kelompok. Kesimpulan: Barisitas mempengaruhi onset, penyebaran obat anestesi lokal di alam LCS dan durasi blok saraf spinal. SAB dengan Bupivakain 0,5% isobarik 20 mg menghasilkan onset yang lebih cepat dan durasi yang lebih lama bila dibandingkan dengan Bupivakain 0,5% hiperbarik 20 mg.

Kata kunci Subarachnoid block,Bupivakain isobarik,Bupivakain hiperbarik,Onset dan durasi efek blok syaraf spinal,Subarachnoid block, Isobaric Bupivacaine, Hyperbaric Bupivacaine, Onset and duration of spinal nerve block.
Program Studi S2 MSPPDS-Anestesiologi dan Reanimasi UGM
No Inventaris c.1 (1022-H-2010)
Deskripsi xiii, 75 p., bibl., ills., 29 cm
Bahasa Indonesia
Jenis Tesis
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2010
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali