T Sup e

Estimasi distribusi dan luasan hutan kota untuk mendukung perkembangan Kota Samarinda Kalimantan Timur

Penulis

Supriadi, Adi

Pembimbing: Prof.Dr.Drs. H. Hadi Sabari Yunus, MA


ABSTRACT: The research aims to identify urban forests distribution and width in Samarinda, to identify the urban forests needs of Samarinda city at the present, and to study the appropriateness of the city development plan and urban forests designation policy, and to estimate urban forest needs of Samarinda city in the coming 5 years (2011). The research conducted survey on all urban forests in Samarinda in order to assess their distance to the centers of activity, physical accessibility, land coverage, level of threat from settlement, farming and harvesting. It gave each variables a score range of 3. Short distance of city parks to the centers of activities has score 1, medium distance has score 2, and far distance has score 3. Physical accessibility gives score 1 if it is accessibly by 4-wheeled vehicles, score 2 if accessible by 2 wheeled vehicles, and score 3 if accessible by none of the vehicles. Land coverage has score 1 for >70% total coverage, score 2 for 40%-70% coverage, and score 3 for <40% coverage. Level of threat from settlement, farming, and harvesting has score 1 for light threat, score 2 for medium threat, and score 3 for serious threat. The research also used other supporting data, namely the number of population, gasoline consumption, and meat production, which were collected from the authorities in Samarinda. It applied quantitative and descriptive analyses. The research results reveal that the score of distribution (distance and accessibility) of Samarinda Ulu urban forests is the highest while of Samarinda Utara is the lowest. Only Samarinda Seberang and Samarinda Ulu have 40%-70% land coverage, while other sub-districts have <40% coverage. The level of threat from settlement, farming, and harvesting generally shows a light threat, but Sungai Kunjang indicates a medium threat from settlement. In general, the quality of urban forests in Samarinda Ulu is good, in Samarinda Seberang and Samarinda Ilir is medium, while in the rest subdistricts is poor. Samarinda at present needs additional urban forests of 2.788,488 ha. The urban forests designation policy in Samarinda is not in line with the city development that is formulated in the Detailed Urban Spatial Planning. In 2011 Samarinda city needs urban forests of 21.540,00 ha.

INTISARI: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi distribusi dan luasan hittan kota yang ada di Sarnarinda, mengetahui kebutuhan hutan kota untuk Samarinda saat ini, mengkaji kesesuaian kebijakan rencana pengembangan kota dengan kebijakan penetapan hutan kota dan memperkirakan kebutuhan hutan kota bagi Sarnarinda untuk 5 tahun mendatang (tahun 2011). Penelitian ini dilakukan dengan survai terhadap seluruh hutan kota yang ada di Samarinda. Survai ini bertujuan untuk melakukan penilaian terhadap jarak hutan kota dengan pusat aktifitas, aksesibilitas fisik, tutupan lahan, tingkat ancaman oleh permukiman. tingkat ancarnan oleh pertanian dan tingkat ancaman oleh pemanenan. Sernua variabel tersebut dinilai dengan 3 nilai. Jarak hutan kota dengan pusat aktifitas, nilai I untuk dekat, nilai 2 untuk sedang dan nilai 3 jauh. Aksesibilitas fisik, nilai I untuk hutan kota yang bisa dijangkau dengan kendaraan bermotor roda 4, nilai 2 hanya bisa dijangkau oleh kendaraan bermotor roda 2 dan nilai 3 untuk hutan kota yang tidak bisa dijangkau dengan kedua jenis kendaraan tersebut. Tutupan lahan, nilai I untuk hutan kota yang tutupan lahannya >70%, nilai 2 untuk tutupan lahan 40-70% dan nilai 3 untuk tutupan lahan <40%. Tingkat ancaman oleh permukiman, pertanian, pemanenen, nilal I untuk tingkat ancaman ringan, nilai 2 untuk tingkat ancaman sedang dan nilai 3 untuk tingkat ancaman berat. Data pendukung lain seperti jumlah penduduk, konsumsi bensin dan solar serta produksi daging dikumpulkan dan pihak berwenang di Samarinda. Analisis dilakukan secara kuantitatif dan deskriptif kual itatif. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa nilai distribusi (jarak dan aksesibilitas) hutan kota di Samarinda Ulu memiliki nilai terbaik, dan Samarinda Utara terjelek. Tutupan lahan, hanya Samarinda Seberang dan Samarinda Ulu yang tutupan Iahannya 40-70%, sedangkan kecarnatan yang lain dibawah 40%. Tingkat ancaman, baik oleh permukiman, pertanian maupun pemanenan secara umum menunjukkan tingkat ancaman ringan, hanya Sungai Kunjang yang tingkat ancamannya sedang oleh permukiman. Secara umum, hutan kota di Samarinda Ulu kualitasnya baik, Samarinda Seberang dan Samarinda Ilir sedang dan kecamatan-kecamatan yang lain kualitas hutan kotanya jelek. Saat ¡ni Samarinda memerlukan tambahan hutan kota seluas 2.788,488 ha. Kebijakan penetapan hutan kota di Samarinda kurang sesuai untuk mendukung rencana pengembangan kota yang telah disusun dalam bentuk Rencana Detail Tata Ruang Kota. Samarinda pada tahun 2011 memerlukan hutan kota dengan luas sekitar 21.540,00 ha.

Kata kunci Hutan Kota,Perkembangan Kota, urban forest, city development, distribution
Program Studi S2 Ilmu Lingkungan UGM
No Inventaris c.1 (0861-H-2007)
Deskripsi x, 91 p., bibl., ills., 30 cm
Bahasa Indonesia
Jenis Tesis
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2006
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali