ANALISIS FAKTOR PENGHAMBAT PELAPORAN KECELAKAAN DAN PENYAKIT AKIBAT KERJA PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BAJAWA KABUPATEN NGADA

Penulis

Florianus H. M. Mawo

Pembimbing: Dr. Agus Surono M.sc Ph.D,Sp.THT-KL (K).; Dr. Widodo Hariyono, STM, MKes


Latar belakang: Menurut laporan International Labour Organization pada tahun 2013, setiap tahun diseluruh dunia ada lebih dari 250 juta kecelakaan di tempat kerja dan lebih dari 160 juta pekerja menjadi sakit karena bahaya di tempat kerja. Di Indonesia pada tahun 2013 terjadi 35.917 kasus kecelakaan kerja dan 97.144 kasus penyakit akibat kerja. Dibandingkan dengan industri lain, pekerja di rumah sakit memiliki tingkat risiko menggalami kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang lebih tinggi. Di Amerika pada tahun 2011 tercatat terjadi 253.700 kasus kecelakaan kerja di rumah sakit. Pelaporan insiden kecekaan kerja dan penyakit akibat kerja diperlukan baik untuk pencatatan maupun sebagai bahan evaluasi program dan analisis penyebab sehingga dilakukan upaya pencegahan terjadinya kecelakaan kerja dimasa yang akan datang. Di RSUD Bajawa selama tahun 2018 terdapat 4 kasus kecelakaan kerja, namun 2 di antaranya tidak dilaporkan. Tujuan: Untuk menganalisis faktor penghambat pelaporan kejadian kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja pada perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Bajawa. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian studi kasus intrinsik yang mengfokuskan untuk analisis faktor penghambat pelaporan kejadian kecelakan dan penyakit akibat kerja pada perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Bajawa. Cara pengambilan sampling dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil dan pembahasan: Komite K3 dan PPI secara bersama -sama bertangung jawab dalam pelaksanaan program pencatatan dan pelaporaan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja di RSUD Bajawa. SOP dan alur pelaporan KAK dan PAK di RSUD Bajawa sudah ada, tetapi tidak semua perawat di RSUD Bajawa mempunyai pengetahuan yang sama tentang SOP dan alur pelaporan tersebut. Anggaran untuk K3 sudah ada tetapi belum teralokasikan untuk kegiatan pencatatan dan pelaporan KAK dan PAK. Bentuk pelaporan KAK dan PAK masih secara lisan. Kesimpulan: Sosialisasi mengenai SOP dan alur pelaporan belum dilakukan secaara menyeluruh kepada semua perawat. Komite K3 belum memanfaatkan anggaran K3 yang tersedia untuk kegiatan pelaporan kecelakaan dan penyakit akibat kerja di RSUD Bajawa. Belum disediaknnya sarana pendukung berupa formulir pencatatan di semua ruangan

Backgroud: According to a report from International Labor Organization in 2013, every year in the world, there were more than 250 million accidents in working place and more than 160 million workers got sick due to danger in the work place. In Indonesia on 2013, there were 35,917 cases of work accident and 97,144 cases of health complaint due to work accident. Comparing to other industries, hospital workers has higher risk of work accident and health complain due to work. In USA in 2011, it was remarked that there were 253,700 work accidents cases in hospital. The report of work accident and health complaint due to work is necessary for documentation and material for program evaluation and causes analysis so in the future there will be some efforts to prevent workers any work accidents. In Bajawa General Hospital on 2018, there were 4 cases of work accident and 2 of them were not reported. Objective: To analysis resistor factors of work accident and health complain due to work from nurses in Bajawa General Hospital. Methodology: This study used intrinsic case study approach that focuses on analyzing the resistor factors of work accident and health complain due to work from nurses in Bajawa General Hospital. The data was collected through purposive sampling technique. Result and Discussion: The committee of K3 and PPI were both responsible on the execution of documentation and reporting program and health complain due to work in Bajawa General Hospital. Standard operating procedures and reportage flow had been available, but not all nurses in Bajawa General Hospital have the same knowledge about the Standard operation and the reporting flow. The budget for occupational and safety health already exists but special budgeting for work accident and health complain due to work t reportage had not existed yet. Forms of reporting work-related accidents and work-related illnesses still verbally. Conclusion: Dissemination of standard operating procedures and reporting flow has not been carried out thoroughly to all nurses. The occupational and safety health committee has not utilized the available budget for reporting work accidents and health complain due to work at the Bajawa General Hospital. The availability of supporting facilities is in the form of recording forms in all rooms..

Kata kunci kecelakaan akibat kerja, penyakit akibat kerja, pelaporan, perawat, work accident, health complaint due to work, reportage, nurse
Program Studi MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKAT UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Tesis
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2019
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali