Aktivitas Sitotoksik Ekstrak Etanolik Daun Ungu (Graptophyllum pictum (L.) Griff) dan Fraksi-fraksinya Pada Sel Kanker Kolon WiDr dan CT-26

Penulis

Azizah Amin

Pembimbing: drh. Retno Murwanti, M.P., Ph.D; Dr. Andayana Puspitasari Gani, M.Si., Apt.


Kanker kolon merupakan kanker dengan jumlah penderita ketiga terbesar di dunia. Pengobatan kanker kolon menggunakan kemoterapi menimbulkan efek samping besar sehingga menimbulkan peluang untuk pengembangan obat kanker baru. Salah satu tanaman yang berpotensi untuk pengobatan kanker kolon adalah daun ungu Graptophyllum pictum (L.) Griff. Daun ungu dilaporkan memiliki aktivitas sitotoksik terhadap beberapa cell line kanker. Secara empirik daun ungu telah digunakan oleh masyarakat untuk pengobatan hemoroid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas sitotoksik ekstrak etanolik daun ungu dan fraksi-fraksinya pada sel kanker kolon WiDR dan CT-26 serta untuk mengetahui golongan senyawa yang terdapat dalam ekstrak atau fraksi yang teraktif . Pada penelitian ini, daun ungu diekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, dilanjutkan fraksinasi cair-cair secara bertingkat terhadap ekstrak yang diperoleh menggunakan pelarut n-heksan, kloroform, dan etil asetat. Uji aktivitas sitotoksik ekstrak dan fraksi dilakukan terhadap sel kanker kolon WiDr dan CT-26 dengan metode MTT assay. Aktivitas sitotoksik ditentukan berdasarkan nilai IC50. Rendemen ekstrak didapatkan sebesar 18,9% dengan susut pengeringan sebesar 15,8±0,2%. Persen rendemen fraksi heksan, kloroform, etil asetat dan etanol-air yaitu 1,07, 2,93, 10,26 dan 84,82%. Berturut-turut nilai IC50 ekstrak, fraksi heksan, kloroform, etil asetat dan etanol air yang didapatkan terhadap sel WiDr adalah 1527,59; 143,97; 507,19; 3538,67 dan 3186,60 µg/mL sedangkan terhadap sel CT-26 adalah 1315,38; 77,27; 276,33; 2965,04 dan 2858,76 µg/mL. Fraksi heksan menunjukkan aktivitas sitotoksik paling tinggi terhadap sel WiDr dan CT-26. Golongan senyawa yang terkandung dalam fraksi heksan adalah terpenoid dan fenolik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan daun ungu dalam penelusuran senyawa aktif sebagai agen antikanker.

Colon cancer is the third most common cancer in the world. Treatments of colon cancer cause major side effects, hence increase opportunities for the development of new cancer drugs. One of the plants that potential as anticancer agent is daun ungu (Graptophyllum pictum (L.) Griff). This plants reported have cytotoxic activity against several cancerous cell lines but have not been reported in colon cancer. Traditionally, G.pictum leaves have been used to treat hemorrhoids. The purpose of this study was to determinethe cytotoxic activity of G.pictum ethanolic extract and its fractions on colon cancer cells WiDR and CT-26 and to determine the compounds that contained in most active extracts/fractions. In this study, G.pictum was extracted using 70% ethanol solvent then fractionated using n-hexane, chloroform, and ethyl acetate respectively. The cytotoxic activity was carried out on WiDr and CT-26 cells using the MTT assay. Cytotoxic activity was determined based on IC50 values. The yield of extract that obtained was 18.9%. The yield of hexane, chloroform, ethyl acetate, and ethanol-water fractions were 1.07%, 2.93%, 10.26% and 84.82%. IC50 value of extract, hexane, chloroform, ethyl acetate and ethanol-water fraction obtained on WiDr cells were 1527,58; 143,97; 507,19; 3538,67 and 3186,60 µg/mL while on CT-26 cells were 1315,39; 77,27; 276,33; 2965,04 and 2858,76 µg/mL. The hexane fraction showed the highest cytotoxic activities against WiDr and CT-26 colon cancer cells. It was found that the hexane fractions contained terpenoids and phenolics.

Kata kunci daun ungu, kanker kolon, sitotoksik, WiDr, CT-26
Program Studi MAGISTER ILMU FARMASI UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Tesis
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2019
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali