DESAIN ALAT UNTUK MENGOLAH AIR DARI MATA AIR PANAS DI DESA LEILEM, KECAMATAN SONDER, KABUPATEN MINAHASA, SULAWESI UTARA UNTUK PEMANDIAN AIR PANAS

Penulis

Brenda Claudia M

Pembimbing: Dr. Ir. Andang Widiharto, MT.;Ir. Pri Utami, M.Sc., Ph.D.


Indonesia memiliki sumber daya panas bumi yang besar, merupakan terbesar di dunia sebanyak 40 persen. Akan tetapi, pemanfaatan belum terlaksana dengan maksimal. Pemanfaatan dari panas bumi tidak hanya dipakai untuk pembangkit listrik, contohnya pemandian air panas di Desa Leilem, Sulawesi Utara. Pemandian air panas Leilem memiliki tingkat keasaman fluida yang tinggi sehingga berpotensi menyebabkan kerusakan pada kulit. Untuk menanggulani masalah tersebut, penelitian ini melakukan perancangan desain alat untuk meningkatkan level pH dengan cara mencampurkan air panas dengan batu kapur (CaCO3). Reaksi diasumsikan mengikuti Hukum Arrhenius sebagai landasannya. Penelitian ini mencari nilai konstanta kecepatan reaksi dan energi aktivasi, sehingga dapat menunjang persamaan reaksi. Selain itu, metode Runge-Kutta diterapkan dalam penelitian ini untuk mengetahui ketinggian batu kapur yang dibutuhkan dalam reaksi serta nilai dari faktor frekuensinya. Level pH yang sesuai dengan keadaan air panas bumi adalah 4, sehingga untuk mencapai level pH tersebut, didapati nilai dari faktor frekuensi adalah 2,44 dan energi aktivasi adalah 18,515 J per-mol, serta rancangan desain alat dengan spesifikasi berikut; luas alas sebesar 15 cm kali 15 cm dan tinggi 30 cm. Alat akan disusun sejumlah empat buah dan akan menghasilkan air bervolume 900 liter dalam 20 jam.

Indonesia has 40 percent of world potential geothermal sites which is the greatest potential of any country in the world. However only 5 percent of these potentials sites have been utilized. The utilization of geothermal potential is not only used for power plant, for instance in hot bathing in Leilem Village, North Sulawesi. Leilems geothermal hot spring has high level of acidity that potentially cause skin's damage. To overcome this problem, this research makes tool design for decreasing pH (potential Hidrogen) level by reacting the water with limestone (CaCO3). The reaction is assumed to obey Arrhenius Law as the base so it needs several constants which are reaction rate constant and energy activation. Moreover, Runge-Kutta equation is implied in the reaction to provide the value of frequency factor and the height of the limestone in the reaction. The required pH level is 4 which the most suitable level for the bath so to reach this level, the value of frequency factor is gained for 2,44 and the energy activation is 18,515 J per-mol. The equipment is capable to increase to pH level up to 4 by these dimensions; 15 cm times 15 cm for the base area and 30 cm for the height. Four of these equipments will be arranged and produces 900 liter of water volume in 20 hours.

Kata kunci Pengolahan Air, Mata Air Panas Bumi, pH, Perancangan Alat
Program Studi S1 TEKNIK FISIKA UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Skripsi
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2019
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali