Enkapsulasi Kuersetin ke dalam Polimerik Nanopartikel : Formulasi, Karakterisasi, dan Uji In Vitro Pelepasan

Penulis

Natalia Ivanaputri

Pembimbing: Dr. Rina Kuswahyuning, M.Si., Apt. ; Angi Nadya Bestari, M.Sc., Apt.


Kuersetin merupakan senyawa yang tersebar luas di alam. Kuersetin memiliki banyak khasiat, salah satunya sebagai antioksidan.Penggunaannya dalam bidang farmasi masih terbatas karena kelarutannya yang rendah dan sulit terdisolusi dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi kuersetin dalam bentuk nanopartikel menggunakan kitosan dan tripolifosfat (TPP), dan mengevaluasi karakteristik nanopartikel yang dihasilkan, menguji pelepasannya secara in vitro pada pH 7,4, serta mengukur aktivitas penangkapan radikal DPPH nya. Optimasi dilakukan dengan Simplex Lattice Design (SLD) untuk menentukan formula nanopartikel kuersetin, berdasarkan efisiensi penjerapan, drug loading, dan stabilitas penyimpanannya selama seminggu. Pada formula optimum nanopartikel kuersetin dilakukan pengukuran ukuran partikel dan indeks polidispersitas. Formula optimum nanopartikel kuersetin diuji aktivitas antioksidannya dengan metode penangkapan radikal bebas DPPH, uji morfologi partikel, dilakukan pembacaan spektra Fourier Transform Infra Red (FTIR), dan dilakukan analisis uji pelepasan in vitro dalam pH 7,4.Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Formula optimum nanopartikel kuersetin kitosan dengan kadar 0,04% b/v, kadar TPP 0,04% b/v, dengan kadar obat 0,02% b/v memiliki efisiensi penjerapan sebesar 94,73% ± 1,47, drug loading sebesar 18,94% ± 0,30, dan stabilitasnya selama seminggu menghasilkan persentase recovery sebesar 66,28% ± 6,31. Ukuran partikelnya sebesar 106,63 nm ± 2,47, indeks polidipersitas 0,32 ± 0,11, dan morfologinya menunjukkan bentuk sferis. Pada uji antioksidan, formula optimum ini menghasilkan persentase penangkapan DPPH sebesar 27,33% ± 3,35. Pada uji pelepasan in vitro, selama waktu 46 jam pelepasannya sebesar 31,93% ± 4,04.

Quercetin is a compound that is widespread in nature. Quercetin has many benefits, one of which is an antioxidant. Its use in the pharmaceutical field is still limited because its solubility is low and difficult to dissolve in the body. This study aimed to optimize quercetin in the form of nanoparticles using chitosan and tripolyphosphate (TPP), and evaluate the characteristics of the nanoparticles produced, test their release in vitro at pH 7.4, and measure the scavenging of DPPH. Optimization was carried out using Simplex Lattice Design (SLD) to determine the optimum formula of quercetin nanoparticle, based on entraptment efficiency, drug loading, and storage stability for a week. In the optimum formula particle size and polydispersity index were measured. The optimum formula was tested for antioxidant activity by DPPH free radical capture method, particle morphology test, carried out reading of Fourier Transform Infra Red (FTIR) spectra, and in vitro release test analysis at pH 7.4.Data obtained were statistically analyzed with the help of software SPSS. The optimum formula of nanoparticles quercetin chitosan with a level of 0.04% b/v, TPP levels of 0.04% b/v, with a quercetin levels of 0.02% b/v has entraptment efficiency of 94.73% ± 2,47, drug loading of 18.94 % ± 0,30, and its stability during a week produces a recovery percentage of 66.28% ± 6,31. The particle size was 106.63 nm ± 2.47, the polydipersity index was 0.32 ± 0.11, and the morphology showed a spherical shape. In the antioxidant test, this formula produced a scavenging of DPPH 27.33% ± 3,35. In the in vitro release test, during the 46 hours the release was 31,93% ± 4,04.

Kata kunci kuersetin, nanopartikel, optimasi, pelepasan
Program Studi S1 FARMASI UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Skripsi
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2019
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali