MAKING A SITUATION MAP OF 1:500 SCALE WITH TERRESTRIAL METHOD IN A PART OF BANYURIPAN HAMLET RT 02 RW 01 BANYURIPAN VILLAGE BAYAT SUBDISTRICT KLATEN REGENCY CENTRAL JAVA PROVINCE

Penulis

Gusti Setiadin

Pembimbing: Ir. Parseno, M.T.


Undang-undang nomor 4 tahun 2011 menjelaskan bahwa Informasi Geospasial (IG) memiliki peran penting dalam pembangunan di berbagai sektor. Secara umum IG dimanfaatkan untuk pembangunan dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, dan ketahanan nasional. IG juga merupakan alat bantu dalam perumusan kebijakan, pengambilan keputusan, dan/atau pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan ruang kebumian. Mengingat begitu pentingnya peran IG dalam kehidupan manusia, IG harus dijamin kemutakhiran dan keakuratannya serta diselenggarakan secara terpadu. Salah satu usaha dalam menyelenggarakan data IG adalah melakukan pemetaan situasi skala 1:500 di sebagian wilayah Dusun Banyuripan, RT 02 RW 01 Desa Banyuripan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam pembuatan peta situasi adalah survey terestris. Tahapan dalam pekerjaan pemetaan yang meliputi orientasi lapangan untuk perencanaan persebaran titik kontrol geodesi, pengukuran kerangka kontrol horizontal, pengukuran azimut pengikatan, pengukuran kerangka kontrol vertikal, pengukuran detail situasi, penggambaran peta situasi (peta manuskrip dan peta digital), dan pengujian peta. Hasil pengukuran harus memenuhi spesifikasi teknis pekerjaan.

The constitution of Republic of Indonesia number 4 of 2011 explains about Geospatial Information (GI) has an important role in various sectors of development. In general, GI used to the fields of economy, social, culture and national security. It also a substance for policy formulation, decision making, and/or implementation of activities that related to the geographic space. Considering that GI has an importance role on human life, GI must have the latest, the accurate and also be held in an integrated manner. One of the effort to conduct GI data is carrying out a situation mapping of 1:500 scale in a part of Banyuripan Hamlet, RT 02 RW 01 Banyuripan Village, Bayat Subdistrict, Klaten Regency, Central Java Province. The method that used in production of situation map was the terrestris survey. Methods in the map surveying that include field orientation for planning of distribution geodesy control points, horizontal control framework measurements, binding azimuth measurements, vertical control framework measurements, detail situation measurements, cartographic of a situation map (map of manuscript and digital map), and the accuracy assessment of situation map. The measurement results must meet the technical specifications of the works.

Kata kunci informasi geospasial, pengukuran, peta situasi, terestris.
Program Studi D3 TEKNIK GEOMATIKA UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Tugas Akhir
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2019
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali