PEMBUATAN PETA SITUASI SKALA 1:500 SEBAGIAN WILAYAH DUSUN PURWOSASONO DESA BELUK KECAMATAN BAYAT KABUPATEN KLATEN

Penulis

Jenny Sasmitha R

Pembimbing: Wahyu Marta Mutiarasari, S.T., M.Eng.


Pembangunan otonomi daerah saat ini gencar dilakukan guna meningkatkan potensi dan sumber daya daerah. Salah satu cara dalam mengoptimalkan pembangunan otonomi daerah adalah dengan menyediakan peta situasi. Peta situasi merupakan peta yang menggambarkan keadaan serta objek di permukaan bumi berdasarkan peralatan dan metode tertentu. Peta situasi dalam skala besar dapat digunakan sebagai peta dasar dalam memetakan sumber daya pada daerah. Pekerjaan pemetaan situasi meliputi tahapan-tahapan yang dilakukan secara sistematis. Tahapan tersebut adalah orientasi lapangan, pengukuran kerangka kontrol horizontal dengan metode poligon tertutup, pengukuran poligon cabang, pengukuran kerangka kontrol vertikal, pengukuran azimut pengikatan, pengukuran detil situasi, penggambaran peta situasi manuskrip dan peta situasi digital, serta uji peta. Tahapan-tahapan pemetaan situasi dilakukan berdasarkan spesifikasi teknis pekerjaan yang telah diberikan. Hasil dari pemetaan situasi ini adalah peta situasi skala 1:500 wilayah Dusun Purwosasono Desa Beluk Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten. Dari kegiatan pemetaan situasi ini, didapatkan kesalahan penutup sudut pengukuran kerangka kontrol horizontal sebesar 24,45" dan ketelitian penutup linier sebesar 1:110.144. Berdasarkan pengukuran kerangka kontrol vertikal, didapatkan kesalahan penutup beda tinggi rata-rata sebesar -3.5 mm. Dari hasil uji peta, persentase detil planimetris yang sebesar 95% dan persentase detil tinggi yang sebesar 76,62%. Berdasarkan hasil pengukuran, perhitungan, dan pengujian peta tersebut, peta memiliki kualitas yang baik dari aspek planimetris dan memiliki kualitas yang kurang baik dari aspek tinggi.

The development of regional autonomy nowadays is being built up by the government in order to increase regional potential and resources. One of the method to advance the development of regional autonomy is providing the topographic map. The topographic map is a map that defines conditions and objects on the surface of the earth based on certain tools and methods. The large scale of topographic map can be used as a basic map to mapping the resources of the region. Topographic survey had several techniques that carried out systematically. These techniques were the field orientation, horizontal control survey with closed traverse measurement, ray traverse measurement, vertical control survey measurement, azimuth measurement, situation detail measurement, the cartographic of manuscript situation map and digital topographic map, and the accuracy assessment of topographic map. These techniques of topographic surveying are carried out based on the technical specifications of the work that has been given. The outcome of this topographic surveying are a situation map with scale 1: 500 in Purwosasono Hamlet, Beluk Subdistrict, Bayat District, Klaten Regency. From this topographic surveying activity, namely the measurement of the horizontal control survey obtained the angular error of closure is 24.45" and the precision of traverse is 1:110.144. In the measurement of vertical control survey, the average difference of elevation is -3.5 mm. From the outcome of the map accuracy assessment, the percentage of planimetric details is 95% and the percentage of elevation is 76.62%. Based on the outcome of map accuracy assessment, the topographic map has good quality at planimetric aspects and have poor quality from elevation aspects.

Kata kunci pemetaan situasi, peta situasi, pembangunan otonomi daerah
Program Studi D3 TEKNIK GEOMATIKA UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Tugas Akhir
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2019
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali