ANALISIS RANTAI PASOK DAN STRUKTUR BIAYA LOGISTIK KOMODITAS JAGUNG (Zea mays L.) DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Penulis

Muhammad Aprizal A

Pembimbing: Dr. Novita Erma Kristanti, STP., MP. ; Dr. Jumeri, STP., M.Si.


Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu komoditas palawija yang diproduksi oleh petani Indonesia. Jagung sangat penting untuk berbagai macam kebutuhan industri dan rumahtangga namun selisih harga yang tinggi antara petani dan konsumen membuat semua pihak yang terlibat menjadi dirugikan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pola dan skema rantai pasok jagung, menganalisis struktur biaya logistik berdasarkan aktivitas logistiknya, mengetahui distribusi penyebaran keuntungan, dan memberikan alternatif strategi rantai pasok jagung di Gunungkidul. Analisis struktur biaya logistik pada penelitian ini menggunakan metode activity-based-costing. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode wawancara kepada petani yang ada di Gunungkidul. Untuk menentukan sampel petani menggunakan teknik convenience sampling sementara untuk menelusuri rantai distribusi jagung selanjutnya menggunakan teknik snowball sampling. Lokasi penelitian ini berada di Kecamatan Ponjong, Kecamatan Semanu, dan Kecamatan Wonosari. Kabupaten Gunungkidul DIY. Terdapat 6 skema aliran rantai pasok jagung di Gunungkidul dengan melibatkan 5 tier yaitu petani, pengepul, pedagang besar, pedagang pasar dan konsumen. Proporsi biaya logistik diurutkan berdasarkan proporsi terbesar yaitu procurement 73,34 %, material handling 22,30 %, transportation 3,94 %, maintenance 0,20 %, inventory 0,19 % dan information 0,02 %. Persebaran keuntungan berdasarkan ratio profit margin pada tier petani yaitu 0,73, pengepul 3,04 pedagang besar 0,79 dan tier pedagang pasar 0,55. Strategi rantai pasok yang tepat digunakan yaitu efficient supply chain strategy yang berfokus pada minimalisasi biaya logistik.

Corn (Zea mays L.) is one of the secondary crops produced by Indonesian farmers. Corn is very important for various kinds of industrial and household needs, but the high price difference between farmers and consumers makes all parties involved became disadvantaged. The purpose of this study was to identify patterns and corn supply chain schemes, analyze the structure of logistics costs based on logistics activities, find out the distribution of profit distribution, and provide an alternative corn supply chain strategy in Gunungkidul. Analysis of the structure of logistics costs in this study uses the activity-based-costing method. Data collection in this study used the interview method to farmers in Gunungkidul. To determine farmer samples using a temporary convenience sampling technique to trace the corn distribution chain than using the snowball sampling technique. The location of this study was in Ponjong District, Semanu District, and Wonosari District. Gunungkidul Regency, Special Region of Yogyakarta There are 6 schemes of corn supply chain flow in Gunungkidul involving 5 tiers, namely farmers, collectors, wholesalers, market traders, and consumers. The proportion of logistics costs sorted by the largest proportion is 73.34% procurement, material handling is 22.30%, transportation is 3.94%, maintenance is 0.20%, inventory is 0.19% and information is 0.02%. The distribution of profits is based on the ratio of profit margin on the farmer's tier, which is 0.73, collectors 3.04 wholesalers 0.79 and tier market traders 0.55. The right supply chain strategy is used, namely an efficient supply chain strategy that focuses on minimizing logistics costs.

Kata kunci Biaya Logistik, Jagung, Rantai Pasok/ Corn, Logistic Cost, Supply Chain
Program Studi S1 TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Skripsi
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2019
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali