ANALISIS RANTAI PASOK IKAN TUNA DI UNIT PENGOLAHAN IKAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Penulis

Anissa Aprilia Nurkhasanah

Pembimbing: Suadi, S.Pi., M.Agr.Sc., Ph.D


Unit pengolahan ikan (UPI) dalam menjalankan usahanya harus mengelola aliran barang berupa ikan dan bahan lainnya, aliran finansial dan aliran informasi dalam sistem rantai pasok ikan untuk menjamin keberlanjutan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaku yang terlibat dalam rantai pasok unit pengolahan tuna di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengidentifikasi aliran barang, aliran finansial dan aliran informasi dalam rantai pasok tuna dan mengetahui model rantai pasok tuna di UPI DIY. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi kasus dengan satuan kasus unit pengolahan tuna di DIY. Pengumpulan data dengan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaku rantai pasok tuna terdiri dari pemasok, pengolah, reseller dan konsumen. Bahan baku tuna berasal dari pemasok luar DIY sebesar 98%. Konsumen dari produk tuna terdiri dari rumah sakit, rumah makan, sekolah dan supermarket yang berada di dalam dan luar DIY. Pendistribusian produk melalui dua cara yaitu melalui reseller dan langsung kekonsumen. Informasi mengenai pemasok didapatkan dari Dinas Kelautan dan Perikanan. Metode Pembayaran yang digunakan fleksibel dengan menggunakan nota dan saling percaya antar pelaku usaha. Permasalahan utama pengelolaan rantai pasok tuna di DIY yaitu bahan baku yang mayoritas berasal dari luar DIY, yang menimbulkan persoalan terkait kontinuitas ketersediaan dan kualitas bahan baku, efisien waktu, dan biaya. Model rantai pasok tuna di UPI DIY terdiri dari dua model dimana model satu terdiri dari empat rantai : pemasok, pengolah, reseller, dan konsumen dan model dua terdiri dari tiga rantai : pemasok, pengolah, dan konsumen.

The fish processing unit (UPI) have to manage their supplies such as raw fish and other materials which is part of financial and information flow of the fish supply chain system to ensure their business sustainability. This study aims to find out respective parties involved in the supply chain of tuna fish processing units in Special Province of Yogyakarta (DIY), to identify the flow of goods, financial flow, and information regarding the flow in the tuna supply chain and find out the tuna supply chain model at UPI in DIY. The research method used is a case study with a case unit of tuna processing units in DIY. The data collected through interview and observation. The study showed the actors in fish supply chain consists of suppliers, processors, vendors and consumers. The raw material for tuna majorly comes from suppliers outside of DIY (98%). Consumers of the tuna products consist of hospitals, restaurants, schools, and supermarkets located inside and outside the DIY. Product distribution established in two ways, namely through retailers and direct consumers (households). Information about suppliers obtained from the Provincial Office of Marine Affairs and Fisheries. Payment methods are used flexibly by using notes and mutual trust between business parties. The main problems in managing tuna supply chain in DIY are the availability and continuity of raw materials, which related to issues on the time and cost efficiency of the business. The tuna supply chain model at UPI in DIY consists of two models where one model consists of four chains : suppliers, processors, vendors and consumers and the second model consists of three chains suppliers, processors, and consumers.

Kata kunci konsumen, rantai pasok, unit pengolahan ikan, pemasok, tuna, consumers, supply chains, fish processing units, suppliers, tuna
Program Studi S1 MANAJEMEN SUMBERDAYA AKUATIK UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Skripsi
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2019
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali